Menteng, Jakarta - Indonesia

Indonesia Berutang Untuk Memajukan Indonesia

Keadaan sekarang ini Pemerintah tidak dapat menunda kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. Sebab jika ditunda maka di masa depan seiring dengan kenaikan harga maka, biaya untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut akan semakin tinggi. Jadi Pemerintah tetap harus membayar biaya-biaya kebutuhan tersebut walau pendapatan kita terbatas. Utang menjadi alat untuk membayar kekurangan biaya-biaya tersebut. Jika nanti infrastruktur telah memadai dan

Rasio Utang Indonesia Masih Aman dan Sehat

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, rasio utang pemerintah saat ini masih tergolong sehat. Alasannya, persentase rasio utang pemerintah masih di bawah angka yang ditetapkan dalam UU Keuangan Negara. “Artinya, pemerintah tidak melanggar ketetapan undang-undang,” katanya. Kondisi itu berbeda dengan yang terjadi di negara maju di kawasan Asia lainnya. Contohnya

Rasio Utang Terhadap PDB Indonesia Masih Aman

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan rasio utang pemerintah pada tahun depan mencapai 44,28% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut meningkat dari outlook rasio utang tahun ini sebesar 41%-43% terhadap PDB. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, peningkatan rasio utang terhadap PDB sejalan dengan langkah pemerintah yang akan terus mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat dampak

Indonesia Negara Berhutang Tapi Aman Untuk Berinvestasi

GemaNusa – Utang adalah sesuatu yang dipinjam oleh Seseorang atau badan usaha yang biasanya berbentuk materi, uang ataupu jasa. Utang luar negeri Indonesia saat ini sekitar US$410,8 miliar per akhir Januari 2020 kemarin. Jika dirupiahkan, utang tersebut tembus Rp6.115,6 triliun (Kurs Rp14.887 per dolar AS). Utang tersebut tumbuh 7,5 persen jika dibandingkan dengan Desember 2019.