Menteng, Jakarta - Indonesia

Mewaspadai Adanya Dukungan Asing Terhadap Gerakan Free West Papua

Kampanye mengangkat isu Papua di luar Indonesia tampak mendapat amunisi setelah insiden ‘rasisme’ yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya pada Agustus 2019 yang lalu dan kemudian menyulut kerusuhan di sejumlah kota baik di Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat. Buntut dari kerusuhan tersebut, puluhan orang ditangkap, sebagian dikenai pasal makar. Upaya untuk membebaskan mereka sekarang

Mahfud MD: “Benny Wenda Membuat Negara Ilusi”

Merujuk Traktat Montevideo pada 1933, bahwa syarat berdirinya sebuah negara adalah keberadaan rakyat, wilayah, dan pemerintah. Terkait dengan hal traktat tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Mahfud MD, menyebut Benny Wenda “membuat negara ilusi” setelah ketua ULMWP (Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat/United Liberation Movement for West Papua) itu mendeklarasikan pemerintahan sementara Papua Barat –

Sejumlah Pihak Tegas Menolak Deklarasi Benny Wenda Terkait Kemerdekaan Papua

Pernyataan Ketua Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat (United Liberation Movement for West Papua /ULMWP) Benny Wenda yang menyatakan diri sebagai Presiden Papua Barat mendapat kecaman berbagai pihak. Selain tidak mewakili Papua, Benny Wenda dinilai tidak memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Ketua Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5) 1969, Yanto Eluay, mengatakan