Menteng, Jakarta - Indonesia

Mendukung Tindakan Tegas Pelaku Provokasi Bernuasa SARA dan Ujaran Kebencian di Media

Virtual police atau polisi virtual yang dikelola Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri terus bekerja menindak akun media sosial (medsos) yang melakukan pelanggaran UU ITE. Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi mengatakan periode Februari 2021 hingga kini sudah ratusan akun ditindak dengan diberi peringatan karena menyebarkan konten berbau SARA. Disebutkan, virtual police telah memberikan

Masyarakat Tolak Pemuka Agama Gunakan Ujaran Kebencian

Oleh : Raavi Ramadhan )* Akhir-akhir ini ada fenomena beberapa  pemuka agama yang malah membawa kebencian, karena ia menggunakan kalimat provokasi dalam ceramahnya. Masyarakat merasa geram karena seharusnya mereka mengajak untuk berbuat kebaikan. Namun malah memanas-manasi umat untuk berperang dan menggunakan kata yang kasar. Sejak dibukanya era reformasi tahun 1998 ada euforia karena masyarakat boleh menyatakan

Mewaspadai Ujaran Kebencian dan Radikalisme Saat Pandemi Corona

Oleh : Deka Prawira )* Pandemi akibat menyebarnya virus covid-19 belum berakhir dan perkiraannya bisa sampai 1 atau 2 tahun lagi. Di tengah masa sulit, kaum radikal memanfaatkan momen ini untuk mempengaruhi banyak orang. Mereka menjelek-jelekkan pemerintah dan mengajak masyarakat untuk ikut membencinya. Kaum radikal tak henti-hentinya menebar teror agar bisa memuluskan aksinya demi merah