Menteng, Jakarta - Indonesia

Moeldoko: “TMII Mengalamai Kerugian Rp 40-50 miliar pertahun”

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan bahwa alasan pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita adalah karena terus meruginya entitas tersebut. Ia menyebut bahwa salah satu yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah, yakni kerugian yang dialami TMII setiap tahun yang nilainya mencapai Rp 40 miliar-Rp 50 miliar. “Ada kerugian antara Rp 40-50 miliar per tahun.

Mendukung Pemerintah Ambil Alih TMII Untuk Amankan Aset Negara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan mengambi alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh pemerintah. Payung hukumnya berupa Peraturan Presiden nomor 19 tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII. Langkah tersebut dilakukan untuk optimalisasi aset negara yang dilakukan Kementerian Sekretariat Negara. “Tugas kami adalah penertiban dan optimalisasi aset-aset yang menjadi milik negara atau Kemsetneg,” ujar Sekretaris Kementerian

Kerugian TMII 40-50 Miliar per Tahun

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, mengungkapkan alasan yang menjadi latar belakang pengambilalihan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. Hal tersebut disampaikan dirinya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (9/4/2021). Moeldoko mengatakan, salah satu yang jadi pertimbangan pengambilalihan yakni kerugian yang dialami pengelola TMII setiap tahun yang nilainya mencapai

Penertiban Aset TMII untuk Kontribusi bagi Negara

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, masa transisi pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah dimulai. Menurutnya, manajemen TMII telah menyiapkan proses transisi pengelolaan yang akan diambil alih oleh Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg). “Pemerintah menyiapkan waktu tiga bulan untuk transisi ini. Dan ini sudah dimulai. Manajemen dari TMII menyiapkan diri,” ujar Moeldoko, seusai meninjau

Takeover TMII Hasil Rekomendasi UGM dan BPKP

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, mengatakan bahwa salah satu yang jadi pertimbangan pemerintah didalam pengambilalihan TMII adalah kerugian yang dialami pengelola TMII setiap tahun yang nilainya mencapai Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar. Hal tersebut dikatakannya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (9/4/2021). “Ada kerugian antara Rp 40 miliar-Rp 50

Mendukung Pemerintah Ambil Alih TMII Untuk Kepentingan Masyarakat

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 19 Tahun 2021, salah satu objek wisata andalan Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) resmi diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah dari Yayasan Harapan Kita milik mendiang presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan bahwa TMII sejatinya adalah aset negara dan akan dikelola negara. “Menurut Keppres 51 tahun 1977,

Mendukung Pemerintah Mengambil Alih TMII Yang Merupakan Aset Negara

Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) telah mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari pengelolaan Yayasan Harapan Kita. Terkait hal itu, anggota Komisi X DPR RI Fraksi PPP Illiza Sa’adudin Djamal mendukung penuh langkah tersebut. “Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah pemerintah mengambil alih kembali TMII,” ujar Illiza, kepada wartawan, Kamis (8/4/2021). Illiza sendiri