Menteng, Jakarta - Indonesia

Mendukung Penegakan Hukum Terhadap Kelompok Teror di Indonesia

Oleh : Muhamad Alwi )* Kelompok teror terindikasi terus bermanuver seiring adanya penemuan bom berdaya ledak tinggi di Gunung Ciremai oleh Polisi. Masyarakat pun mendukung upaya penegakan hukum terhadap kelompok teror untuk mencegah terjadinya korban jiwa yang lebih luas. Kelompok teror wajib dihukum karena mengacaukan perdamaian di negeri ini. Mereka bisa terjerat hukuman berat, karena

Radikalisme dan Terorisme Masih Menjadi Ancaman Bersama

Oleh : Muhammad Yasin )* Radikalisme dan Terorisme rupanya menjadi ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia, paham tersebut dapat tersebar secara senyap menembus dinding logika manusia yang terpapar paham ekstrim. Belum lama ini, belasan orang terduga teroris juga telah diamankan di Papua, Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Rusdi Harton menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui

Tidak Perlu Ada Problematika Labelisasi Terorisme KKB di Papua

Oleh Bustaman Al Rauf Pelabelan dianggap sebagai bukan bentuk pendekatan pusat dengan Papua. Karena pelabelan dilaksanakan berdekatan saat internet di Papua sedang down dan pengiriman 400 tambahan pasukan. Menyoroti kebebasan internet, masyarakat papua tidak meyakini kejadian internet papua yang down sebagai insiden tidak sengaja. Meskipun terdapat upaya penekanan oleh Menkopolhukam dan rapat DPR, yang menekankan

Kelompok Separatis Sudah Penuhi Unsur Terorisme

Oleh : Abner Wanggai )* Penetapan KKB sebagai kelompok teroris sangat disetujui masyarakat. Karena mereka sudah bertindak seperti teroris, karena menggunakan cara kekerasan dalam mengancam warga sipil. Ketika KKB dicap teroris maka tidak boleh marah dan playing victim, karena buktinya sudah banyak masyarakat yang jadi korban luka maupun nyawa. KKB adalah kelompok separatis yang baru saja

Pemerintah Optimal Memberantas Terorisme

Oleh : Zainudin Zidan )* Terorisme merupakan masalah serius yang harus dihadapi, pembiaran terhadap terorisme tentu saja akan berdampak pada beragam kerusakan, termasuk kerusakan rasa persatuan antar umat beragama di NKRI.Pemerintah pun optimal memberantas terorisme mulai dari pencegahan, mengoptimalkan program deradikalisasi maupun melakukan sejumlah penangkapan. Pada Maret 2021 lalu dalam rapat kerja dengan Komisi Hukum

Mewaspadai Keterlibatan Eks FPI Dalam Aksi Terorisme

Ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI) terseret dalam pusaran isu terorisme usai penangkapan simpatisan maupun mantan anggotanya. Sementara, proses hukum belum bisa membuktikan kaitannya. Terlebih, ada banyak organisasi yang bisa jadi pintu aksi teror. FPI banyak disorot lantaran sejumlah pihak yang diduga sebagai simpatisannya atau mantan anggotanya diringkus oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Usut Tuntas Keterlibatan Eks Ormas Terlarang Dalam Aksi Terorisme

Oleh : Zulkarnain )* Aksi terorisme yang terjadi dalam waktu yang berdekatan membuat Densus 8 mengusut kelompok teroris dengan lebih intensif. Saat penyelidikan, ditemukan benang merah antara eks ormas radikal dengan kelompok teroris. Jika memang betul mereka berafiliasi, maka mantan anggotanya bisa diinterograsi apakah benar terlibat dengan jaringan teroris internasional. Beberapa saat lalu, ada pengeboman

Kader FPI Terlibat Aksi Terorisme

Densus 88 Antiteror menangkap sejumlah teroris pasca-bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, di beberapa tempat. Di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan sendiri ada 5 orang yang ditangkap terkait jaringan teroris tersebut. Kelimanya mengaku sebagai simpatisan FPI. Beberapa di antaranya mengaku hendak meledakkan industri-industri China di Indonesia hingga SPBU. Teroris bernama Ahmad Junaidi

Terduga Teroris Pernah Berbaiat ke Ormas Terlarang

Oleh : Ahmad Kurniawan )* Penangkapan terhadap kelompok teroris terus dilakukan secara intensif oleh Densus 88. Saat ada terduga teroris yang ditangkap, terungkap fakta bahwa ia pernah berbaiat di markas ormas terlarang. Hubungan antara ormas dan kelompok teroris masih diselidiki. Sehingga diharap akan terungkap di mana saja jaringan terorisme di Indonesia. Penangkapan anggota teroris semakin

Usut Tuntas Keterlibatan FPI Dalam Aksi Terorisme

Tim Densus 88 Anti Teror Polri tengah menyelidiki keterkaitan empat terduga teroris yang ditangkap di Jakarta dan Bekasi dengan ormas terlarang Front Persaudaraan Islam – sebelumnya bernama Front Pembela Islam (FPI). Temuan-temuan di tempat kejadian perkara (TKP) terus didalami Polri. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/3/2021) mengatakan