Menteng, Jakarta - Indonesia

Isu Pembubaran Densus 88 oleh Fadli Zon

Jakarta — Wakil Ketua Komisi III DPR dari fraksi NasDem, Ahmad Sahroni menyebut pernyataan politikus Partai Gerindra, Fadli Zon terlalu tendensius dan provokatif soal usulan pembubaran Densus 88 karena telah menimbulkan islamofobia. Menurut Sahroni, fakta di lapangan, aksi terorisme justru dilakukan tidak berdasar pada agama apapun. Dia berpendapat, kalau aksi teror banyak dilakukan umat Muslim,

Antisipsi Kebangkitan Kelompok Teroris Pasca Kemenangan Taliban

Oleh : Ridho Ramadhan )* Masyarakat diminta untuk bersama-sama mengantisipasi kebangkitan teroris pasca momentum kemenangan Taliban di Afganistan. Hal itu disebabkan kemenangan Taliban dapat menginspirasi kelompok radikal untuk mewujudkan cita-citanya untuk mengganti ideologi dan membentuk pemerintahannya sendiri. Terorisme dan radikalisme adalah 2 hal yang patut diantisipasi di Indonesia, karena sudah berulang-kali kelompok teroris melakukan tindakan,

Melawan Propaganda Kelompok Separatis dan Teroris Papua

Oleh : Timotius Gobay )* Masyarakat Papua menolak Keberadaan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) karena terus melakukan propaganda untuk membenarkan aksi brutal mereka. Rakyat pun diminta waspada dan ikut melawan kabar bohong yang semuanya berisi hoaks. Kelompok Separatis dan Teroris (KST) menghembuskan propaganda agar warga sipil berbalik menjadi pendukung mereka. Masyarakat diminta untuk memakai logika

Mewaspadai Jaringan Teroris Eks FPI Pasca Kemenangan Taliban di Afghanistan

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan membandingkan Front Pembela Islam (FPI) dengan Taliban di Afghanistan. Dia bersyukur FPI di Indonesia telah dibubarkan meski masih mencoba muncul kembali dengan nama dan organisasi baru. Ken memaparkan hampir semua teroris di Indonesia itu berideologi latar belakang NII dan Salafi Wahabi. Hal itu ditegaskan juga oleh

Pelabelan Teroris Terhadap KKB Demi Perdamaian di Papua

Oleh : Sabby Kossay )* Kemenko Polhukam telah resmi menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai gerombolan teroris. Masyarakat mendukung upaya pelabelan tersebut karena diharapkan dapat meningkatkan sinergitas seluruh aparat penegak hukum untuk mewujudkan perdamaian di Papua. Perdamaian di Papua tentu tidak hanya menjadi impian bagi masyarakat Papua, tetapi juga impian bagi seluruh rakyat Indonesia. Tentu

Pengamat: Pemerintah Tak Perlu Ragu Tindak Tegas Kelompok Teroris Papua

JAKARTA – Pengamat Terorisme, Robi Sugara mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan berulang kali oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua sudah masuk dalam perspektif terorisme. Pola dan gerakan KST Papua yang melakukan tindakan teror terhadap rasa kenyamanan atas kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara juga melanggar prinsip-prinsip perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) dan menentang kekuasan negara yang

Mendukung Pelabelan KKB Papua Sebagai Teroris

Oleh: Abie Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md telah mengubah penyebutan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua menjadi kelompok teroris. Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani mengatakan keputusan penyebutan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau KKB Papua sebagai organisasi teroris sudah dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Sebagaimana didefinisikan

Pelebelan Kelompok Separatis Teroris Sudah Tepat

Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menegaskan label teroris yang disematkan pemerintah hanya dialamatkan kepada kelompok teroris OPM, bukan untuk Papua secara umum. Dan dalam hal ini pemerintah tidak memerangi masyarakat Papua, melainkan kelompok masyarakat yang bergerak secara separatis dan kerap melakukan aksi teror kekerasan serta sudah dilabeli sebagai teroris. “Mohon

KKB Pantas Disebut Kelompok Separatis dan Teroris

Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sudah pantas didefinisikan sebagai kelompok terorisme. Menurutnya, aksi-aksi yang dilakukan KKB di Papua sudah membahayakan orang lain dan mengancam keselamatan negara, sebagaimana tertuang di Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah

Kelompok Separatis di Papua Adalah Teroris, Pantas Dibasmi

Oleh : Rebecca Marian )* Pemerintah akhirnya menyatakan bahwa kelompok separatis di Papua adalah teroris. Masyarakat menilai pelabelan ini sudah tepat, karena mereka memang sudah melakukan tindak kejahatan dan mengganggu ketentraman banyak orang. Persis seperti kelakuan para teroris. Salah satu masalah pelik di Papua adalah keberadaan kelompok separatis. Mereka makin mengkhawatirkan karena sudah mengganggu ketentraman