Radikalisme

  • Tag : Radikalisme

Membumikan Nilai-Nilai Pancasila Tangkal Ancaman Radikalisme Ditengah Pandemi corona

Oleh: Azhar Idrus (Koordinator Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kota Depok) Indonesia masih rawan penyebaran virus radikalisme, terlebih ditengah upaya pemerintah dan dunia menekan laju Covid-19. Oknum radikal memanfatkan momentum ketakutan dan kegelisahan masyarakat untuk menunjukkan eksistensinya. Meningkatnya penggunaan internet, menjadi sebuah keuntungan bagi penebar radikalisme dan merupakan jalur cepat untuk menebar narasi kekerasan

Melawan Radikalisme dan Membumikan Falsafah Pancasila

Oleh : Raditya Rahman )* Tahun 2021 kita sambut dengan semangat baru untuk melawan radikalisme. Karena paham ini berbahaya dan tidak sesuai dengan pancasila. Kemudian, pancasila harus jadi satu-satunya ideologi, dan tak bisa digantikan dengan apapun, termasuk khilafah. Karena pancasila sudah merangkum semua, mulai dari ketuhanan sampai keadilan. Sudahkah Anda membuat resolusi 2021? Tahun baru,

Literasi Nilai-Nilai Pancasila di Medsos Cegah Radikalisme

Oleh : Aldia Putra )* Organisasi radikal terus bergerilya walau statusnya telah dibubarkan. Mereka menggunakan media sosial untuk mencari mangsa baru. Untuk melawan propaganda ormas radikal, maka di media sosial perlu dilakukan literasi nilai pancasila. Tujuannya agar netizen tidak teracuni oleh radikalisme dan persatuan Indonesia tetap utuh. Masyarakat kita menggunakan media sosial tiap hari, bahkan

RUU BPIP Tangkal Komunisme dan Radikalisme

Oleh : Putri Tania )* Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), sudah berganti menjadi RUU Badan Pembina Ideologi Pancasila (RUU BPIP). Dalam draft RUU BPIP tersebut telah jelas tertulis larangan ideologi komunisme / marxisme. Pemerintah sebelumnya telah meminta kepada DPR secara resmi untuk menunda pembahasan RUU HIP karena tidak sepakat dengan beberapa poin yang

Waspada Radikalisme di Kalangan PNS

Oleh : Abdul Karim )* Pegawai negeri sipil rentan diracuni oleh ajaran kaum radikal. Hal ini sangat berbahaya karena seharusnya sebagai karyawan negara, mereka juga harus setia pada negara dan tidak boleh berpikir seperti separatis. Untuk mencegah tindakan PNS yang ternyata kaum radikal, maka sekarang ada portal pengaduan untuk melaporkannya. Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan

Tangkal Radikalisme Dengan Nasionalisme

Oleh : Zakaria )* Paham radikal adalah paham merupakan virus berbahaya, sehingga hal ini memerlukan penanganan serius agar tidak menyebar ke masyarakat. Salah satunya adalah dengan memupuk rasa nasionalisme. Mulai dari pendidikan bela negara, Pancasila hingga budaya yang ada di NKRI. Di zaman serba medsos ini, tentu saja siapapun dapat dengan mudah terpengaruh atau mempengaruhi

Penyebaran Radikalisme Meresahkan

Oleh : Hananta )* Awal tahun 2020, radikalisme rupanya telah menjadi perhatian pemerintah karena dinilai sangat meresahkan masyarakat. Gerakan Islam Radikala berkecambah subur dalam konteks politik. Ideologi tersebut seakan berusaha bangkit untuk melawan negara bangsa dengan menjadikan Islam sebagai tameng, baik berskala global semacam Khilafah Islamiyah maupun skala nasional seperti Daulah Islamiyah. Gerakan radikal di

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di School from Home

Oleh : Mubarika Anggraini )* Anak adalah sasaran kaum radikal karena pikiran mereka masih polos. Mereka bisa terpapar radikalisme dari internet. Apalagi ketika sekolah dari rumah, jam untuk memegang gadget lebih lama dari biasanya. Orang tua wajib mengawasi anak-anak agar tidak terjeblos pada konten radikalisme di media sosial. Di masa pandemi covid-19, anak-anak wajib school

Radikalisme Membahayakan Kehidupan Berbangsa

Oleh : Afrizal )* Masyarakat Indonesia diminta untuk tidak percaya dengan propaganda radikal terorisme yang bertujuan untuk merusak negara. Kita bisa melihat sendiri fakta tentang kehancuran Suriah yang dulunya merupakan negara yang damai, tenteram dan indah tetapi karena radikalisme, negara tersebut mengalami krisis damai dan perang saudara.Tentu saja apa yang terjadi di Suriah jangan sampai

Mewaspadai Gerakan Paham Radikal di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Raditya Rahman )* Dalam upaya penanganan pandemi covid-19, pemerintah juga melibatkan aparat keamanan seperti TNI, Polri dan BIN. Hal ini rupanya menjadi peluang bagi “aktor radikal” yang ingin membuat gangguan, terutama bagi pemerintah. Aktor tersebut ingin memanfaatkan kelengahan aparat untuk melancarkan aksinya. Pengamat intelijen dan keamanan Stansislaus Riyanta meminta aparat keamanan, TNI, Polri