Menteng, Jakarta - Indonesia

Sumpah Pemuda Momentum Milenial Melawan Paham Radikal

Oleh : Ismail )* Peringatan sumpah pemuda bisa dijadikan acara penting, untuk bersatu melawan paham radikal di negeri ini. Para pemuda wajib melawan paham radikal yang hingga saat ini masih menjadi ancaman besar bangsa Indonesia. Peringatan Sumpah Pemuda diadakan tiap tanggal 28 Oktober, pernahkah Anda mengikuti upacaranya? Sebenarnya ia bukanlah sebuah seremonial belaka, atau bahkan

Mewaspadai Donasi Bodong untuk Palestina Digunakan Untuk Kegiatan Radikal

Oleh : Muhamad Yasin )* Penderitaan rakyat Palestina amat dirasakan oleh masyarakat di Indonesia, karena kedua negara memiliki hubungan emosional yang cukup erat. Setelah Gaza digempur, maka muncul banyak pihak yang meminta bantuan dana dan mereka berjanji akan menyalurkannya ke Palestina. Namun kita wajib waspada karena ada donasi bodong yang abal-abal dan tidak sampai ke masyarakat

Jauhkan BUMN dari Kelompok Radikal di Bulan Puasa

Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI Opik Taufik membenarkan pemberitaan pencopotan pejabat dan panitia siaran dakwah Ramadan di lingkungan PT PELNI. Kegiatan religi itu diselenggarakan Badan Kerohanian Islam (Bakis PT PELNI). Bakis merupakan badan keagamaan Islam di bawah perusahaan. Menurut Opik kegiatan tersebut dibatalkan karena belum memenuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku di perusahaan. “Kami

Waspada, Eks HTI Berupaya Tetap Eksis

Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan meyakini para mantan anggota kelompok terlarang yang telah dibubarkan pemerintah, masih membutuhkan organisasi. Organisasi terlarang yang dimaksud ialah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). Menurut pendiri NII Crisis Center itu, orang-orang dengan paham radikal membutuhkan organisasi agar mereka dapat tetap eksis melakukan propaganda. “Saya

Munarman cs Bertindak Intoleran dan Radikal di Sidang Rizieq Shihab

Munarman cs Bertindak Intoleran dan Radikal di Sidang Rizieq Shihab Persidangan kasus kerumunan di Petamburan (perkara nomor 221/Pid.B/2021/PN.Jkt. Tim) dengan terdakwa Rizieq Shihab Shihab diwarnai perdebatan perihal mekanisme sidang. Sekitar satu jam lebih pihak yang beracara disibukkan dengan gangguan fasilitas penunjang guna persidangan virtual. Keberatan atas mekanisme sidang virtual pada mulanya disampaikan oleh Munarman cs

FPI Terlibat Gerakan Radikal

Oleh : Firza Ahmad )* Pemerintah telah resmi membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Selain tidak terdaftar di Kemenkum HAM maupun Kemendagri, FPI terindikasi terlibat dengan gerakan radikal, sehingga perlu dilarang keberadaannya di Indonesia. Sebelumnya, sebanyak 26 terduga teroris dari Makassar dan Gorontalo dibawa ke Jakarta. Sebagian dari para teroris tersebut rupanya merupakan anggota FPI. Pihak

Larangan ASN Terafiliasi Dengan Ormas Radikal Sudah Tepat

Oleh : Savira Ayu )* Aparatur Sipil Negara merupakan ujung tombak dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga perlu untuk bebas dari paham anti Pancasila. Dengan demikian, larangan ASN untuk terlibat dalam Ormas terlarang sudah tepat karena dapat mengganggu jalannya program Pemerintah dan mengancam ideologi bangsa. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo melarang

Waspada Radikalisme di Perusahaan

Oleh : Muhammad Arif )* Radikalisme mulai menggurita, bahkan masuk ke perusahaan baik negri maupun swasta. Kaum radikal mengincar perusahaan karena para karyawan bisa punya akses untuk memanfaatkan fasilitas kantor. Yang disalahgunakan untuk menyebarkan paham radikal. Oleh karena itu, kita harus waspada akan keberadaan kaum radikal tersebut. Ketua BNPT Komjen Pol Boy Rafly Amar menyatakan

Waspada Penyebaran Paham Radikal di Media Sosial

Oleh : Alfisyah Dianasari )* Media sosial yang booming beberapa tahun ini memiliki 2 sisi. Positifnya ia menjalin jaringan pertemanan, namun negatifnya bisa disalahgunakan pula oleh kaum radikal. Mereka kampanye terselubung di media sosial karena biayanya murah tapi bisa menjangkau banyak orang. Waspadalah terhadap konten radikalisme di media sosial. Di masa pandemi ini, makin banyak