Menteng, Jakarta - Indonesia

Proses Hukum Rizieq Shihab (RS)

Proses peradilan kepada Rizieq Shihab (RS) masih berjalan atas tiga pelanggaran yang disangkakan. Pertama adalah kasus di Petamburan, dimana RS ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan acara Maulid Nabi dan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat (14/11/ 2020). Kedua adalah kasus kerumunan Megamendung. Ketiga adalah kasus Test Swab di RS UMMI, Bogor, Jawa Barat. Manajemen RS

Mendukung Kelanjutan Proses Hukum Rizieq Shihab

Oleh : Ahmad Kurniawan )* Rizieq Shihab masih menjalani proses hukum akibat dari perbuatannya yang melawan beberapa aturan, seperti tidak mau karantina mandiri, mengundang massa, dan memalsukan hasil tes swab. Persidangannya memang masih lama karena ia terjerat pasal berlapis. Masyarakat mendukung kelanjutan proses hukum Rizieq, agar ia benar-benar kapok dan tak lagi membuat kekacauan di

Proses hukum Rizieq Shihab (RS) Sudah Sesuai Aturan Hukum

Sebagaimana gencarnya pemberitaan media mengenai proses peradilan atas Rizieq Shihab, (RS) hingga kini masih menjadi polemik, terutama bagi pendukungnya yang tidak puas atas proses peradilan tersebut. Kita ketahui, Rizieq Shihab (RS) kini sedang menjalani sidang atas tiga pelanggaran yang disangkakan. Pertama adalah Kasus Petamburan, dimana RS ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena menyebabkan kerumunan saat

Masyarakat Mendukung Proses Hukum Rizieq Shihab

Pemberitaan proses pengadilan atas Rizieq Shihab masih ramai dibicarakan masyarakat. Pendiri Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab kini sedang menjalani sidang atas tiga pelanggaran yang disangkakan. Kaksus Pertama adalah Kasus Petamburan. Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus kerumunan acara Maulid Nabi dan pernikahan anaknya di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020.

Banyak Pihak Yang Mendukung Pemerintah Memproses Hukum KKB Papua

GemaNusa – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus berulah melakukan aksi kekerasan baik kepada aparat keamanan maupun ke masyarakat sipil. Meningkatnya aksi-aksi kekerasan yang dilakukan KKB itu disinyalir karena program pembangunan Pemerintah di tanah Papua kian dirasakan masyarakat. Mereka berupaya menciptakan kerusuhan agar kedamaian di bumi Cendrawasih terganggu, sehingga keberlanjutan proyek pembangunan terhambat. Menanggapi hal itu,