Menteng, Jakarta - Indonesia

Reuni 212 Kental Nuansa Politis

Oleh : Zainudin Zidan )* Reuni 212 yang akan digelar oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 terkesan dipaksakan karena ngotot diadakan di masa pandemi Covid-19. Seperti halnya yang terjadi pada waktu-waktu sebelumnya, aksi tersebut akan kental nuansa politis hingga provokasi untuk menyudutkan Pemerintah. Pada tanggal 2 Desember Tugu Monas biasanya dipenuhi oleh orang-orang yang menggelar aksi,

Reuni 212 Bernuansa Politis

Oleh : Aulia Hawa ) Berdasarkan pengalaman, Reuni 212 diyakini akan menjadi ajang kumpul-kumpul bernuansa politis. Masyarakat pun tegas menolak aksi tersebut karena tidak relevan dan memicu gelombang ketiga Covid-19. Meski telah berkali-kali disuarakan bahwa reuni 212 bukanlah ajang politik, namun reuni 212 tahun 2018 lalu justru menunjukkan bahwa salah satu pihak dari Front Pembela

Polemik TWK di KPK Bernuansa Politis

Oleh : Putu Prawira )* Polemik tentang Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) malah disinyalir bernuansa politis, karena ada dugaan berkaitan dengan tahun 2024. Masyarakat berharap agar polemik itu dihtentikan karena KPK adalah lembaga negara yang lurus dan tidak ada sangkut-pautnya dengan politik. KPK adalah lembaga antirasuah yang dulu menjadi gebrakan, untuk menangkap para koruptor dan mengamankan

KAMI Tidak Jauh Dari Gerakan Politis Semata ?

GemaNusa – Sejumlah pihak menilai pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sangat akan kepentingan politik praktis. Arah kelompok ini juga dinilai ambigu dan hanya akan memunculkan berbagai persoalan baru di tanah air. Hal itu pun diungkapkan oleh advokat Indonesia dan Anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera. Kapitra secara tegas menyebut bahwa munculnya KAMI