Menteng, Jakarta - Indonesia

Pegawai KPK Gagal TWK Terseret Politik Praktis

Oleh : Thaya Salsabila )* Para pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) diharapkan tidak terseret politik praktis dan menghentikan kegaduhan. Pasalnya, alih status pegawai KPK telah sesuai aturan dan dilaksanakan secara transparan. Tes wawasan kebangsaan adalah ujian maha penting sebelum seseorang diangkat jadi ASN, termasuk para pegawai KPK. Mereka sudah menjalaninya dan hasilnya

BEM UI Menjadi Tunggangan Politik Kelompok Kepentingan

Oleh : Reza Pahlevi BEM UI sedang viral karena mengkritik Presiden habis-habisan. Publik otomatis kaget karena tidak ada angin tidak ada hujan, mereka langsung memberi pernyataan keras terhadap Presiden Jokowi. Lantas ada dugaan bahwa ada kelompok yang menunggangi BEM, agar melancarkan kritik dan menyerang RI-1. Indonesia adalah negara demokrasi dan sejak orde baru tumbang, masyarakat

Masyarakat Mendukung Pelarangan Eks Angota Ormas Terlarang Beraktivitas Politik

Oleh : Zakaria )* Eks anggota ormas terlarang tidak boleh berpolitik dan mencalonkan diri jadi pejabat di tingkat apapun. Hal ini tercantum dalam draft UU pemilu. Pelarangan ini bukan mencabut hak mereka sebagai warga negara. Namun, mereka terbukti tidak setia pada NKRI, sehingga dilarang keras beraktivitas politik. Publik dikejutkan dengan draft UU pemilu yang masih

Sudah Saatnya OPM Dilabeli Sebagai Kelompok Terorisme

GemaNusa – Serangkaian teror yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) belum berhenti. Selain disebut menyuarakan perlawanan terhadap negara, OPM juga meneror warga sipil di Papua. Atas dasar itu berbagai pihak meminta OPM ditetapkan sebagai kelompok teroris. Direktur Eksekutif Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP), Efriza mengungkapkan bahwa sudah selayaknya OPM dilabeli sebagai organisasi teroris. Karena

Sarat Kepentingan Politik, Masyarakat Khawatir KAMI Rusak Demokrasi Indonesia

GemaNusa – Kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terus berkembang. Koalisi ini dituding masyarakat sarat akan kepentingan politik praktis. Bahkan tokoh-tokoh yang tergabung didalam koalisi itu, merupakan barisan yang nyatanya masuk dalam koalisi pemenangan paslon capres 2019. Sehingga kekhawatiran masyarakat itu pun wajar adanya. Sejumlah kelompok masyarakat pun diketahui menolak deklarasi serta

Kemunculan KAMI Selayaknya Gerakan Anti Pemerintah

JAKARTA – Deklator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsudin menyebut hadirnya koalisi ini untuk memberikan masukan terhadap Pemerintah. Namun tidak sedikit pihak yang menyebut hadirnya KAMI hanya akan menciptakan narasi yang kontraproduktif terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah. Sehingga wajar banyak yang menilai kelompok ini bernuansa politik praktis. Bahkan ada menyebut gerakan ini merupakan rangkaian kegiatan jelang

KAMI Dinilai Manfaatkan Pandemi Untuk Galang Dukungan

GemaNusa – Pandemi Covid-19 memang membuatkan situasi sosial dan ekonomi nasional mengkhawatirkan. Namun jika kondisi ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik, tentu saja akan membuat rakyat geram. Politisi PDIP, Kapitra Ampera menyebut Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merupakan gerakan politis yang memanfaatkan situasi pandemi. Kapitra menyayangkan aksi tersebut, sebab diawal kemunculannya KAMI menyebut sebagai gerakan moral,

Berbagai Pihak Curiga Kepentingan Politik Dibalik Agenda KAMI

GemaNusa – Setelah Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarno Putri memberikan kritikan kepada Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), tidak menghentikan sorotan negatif dari pihak lain terhadap aktivitas kelompok yang diinisiasi oleh Din Syamsudin itu. KAMI diidentifikasi sebagai sebuah kelompok politik yang berusaha mengekspos situasi politik dalam negeri untuk mendiskreditkan Pemerintah. Parahnya mereka dituding hanya memanfaatkan narasi

KAMI Manfaatkan Pandemi Covid Untuk Kepentingan Politik

Oleh : Donnie Moerdi (Pengamat Politik) GemaNusa – Din Syamsudin selaku deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyebut kelompoknya merupakan representatif perwakilan masyarakat yang bersimpati pada kondisi bangsa, terutama ditengah pandemi Covid-19. Mereka merasa bahwa strategi dan langkah yang diambil Pemerintah untuk menanggulangi Covid-19 belum maksimal. Untuk itu, para tokoh tersebut mendeklarasikan diri sebagai penyelamat

Teganya Pandemi Covid-19 Dimanfaatkan Kepentingan Politik

Oleh : Nur Alim )* Segelintir elit politik tega memanfaatkan Pandemi Covid-19 sebagai ajang pencitraan. Salah satu kecenderungan tersebut terlihat dengan adanya surat pembagian sembako Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tanggal 9 April 2020 yang dianggap hanya mencari sensasi untuk kepentingan politik. Masyarakat Indonesia saat ini tengah di sibukkan oleh berbagai upaya untuk memerangi Covid-19.