Menteng, Jakarta - Indonesia

Mendukung Pembatasan Pergerakan Warga Pasca Lebaran Cegah Covid-19

Oleh: Alfisyah Dianasari )* Penyekatan mudik lebaran akan diperpanjang sampai 31 mei 2021. Masyarakat diminta untuk menurut dan tidak melawan petugas yang berjaga di perbatasan, karena tujuannya baik. Hal ini lebih bagi guna menghindari penularan corona karena ada mobilitas massal, lebih baik mencegah pergerakan warga dengan tegas. Pasca lebaran, banyak masyarakat yang masih ngotot ingin

Mewaspadai Ledakan Kasus Baru Covid-19 Pasca Lebaran

Oleh : Zakaria )* Setelah lebaran, dikhawatirkan terbentuk klaster corona baru, yakni klaster mudik, klaster wisata, dan klaster keluarga. Mudik sudah dilarang tetapi masih ada yang bandel dan mencari jalan tikus untuk pulang kampung. Kita wajib waspada karena pergerakan manusia saat mudik berefek negatif dan membuat melonjaknya kasus corona baru. Ada kabar baik pasca lebaran

Pasca Lebaran Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Cegah Gelombang Kedua

Oleh: Anwar Sanusi (Warganet Kabupaten Bogor) Dampak mutasi Virus Corona semakin parah, sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan lalai sedikitpun dalam menaati protokol kesehatan, jaga imunitas dan juga higienitas. Karena mutasi virus ini jauh lebih berbahaya dan menular dengan proses yang lebih cepat. Perayaan Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19 harus dilaksanakan

Mengantisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran

Oleh : Muhammad akbar )* Setelah lebaran, kita patut mewaspadai lonjakan pasien covid, karena ada sebagian masyarakat yang nekat mudik. Padahal mobilitas massal bisa menyebarkan virus corona. Untuk mengantisipasinya, maka wajib mematuhi protokol kesehatan 5M. Juga tetap menjaga kebersihan badan dan lingkungan serta imunitas tubuh. Saat ramadhan, masyarakat sudah mendapat larangan keras untuk mudik dan

Pasca Lebaran, Lonjakan Covid Hingga 1-2 Bulan Kedepan

Mengacu pada data Satgas Covid-19, hingga Sabtu (15/5) terdapat tambahan 2.385 kasus baru yang terinfeksi covid-19 di Indonesia. Sehingga total kasus positif covod-19 menjadi 1.736.670 kasus. Sementara jumlah penyintas kasus Corona bertambah juga sebanyak 4.181 orang sehingga menjadi sebanyak 1.597.067 orang dan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 144 orang menjadi