Menteng, Jakarta - Indonesia

Mendukung Penguatan Nilai Pancasila dan Toleransi

Oleh : Kurniaji Santoso )* Masyarakat mendukung penguatan nilai Pancasila dan Toleransi di Masyarakat. Penguatan nilai-nilai tersebut merupakan salah satu cara efektif untuk membendung pengaruh paham asing yang dapat membawa Indonesia ke dalam perpecahan. Jika menengok sejarah, Pancasila sebagai dasar negara telah mengakar sangatlah kuat bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila belum banyak diimplementasikan

Pancasila Merupakan Ideologi Pemersatu Bangsa Indonesia

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menjelaskan, bahwa Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Gubernur mengaku, masa kecilnya memiliki kenanganan dengan ajaran Pancasila. Saat tengah berkelahi, ia dan temannya akan berhenti, bila ada yang menyebut Pancasila. “Sewaktu anak-anak, kalau kami berkelahi dan menyebut Pancasila, kami berhenti untuk berkelahi, Pancasila merupakan alat pemersatu,” ujar Rusdy, saat menjadi pemateri

Membumikan Pancasila dan Toleransi Perekat Keutuhan NKRI

Oleh : Abdul Kholik )* Pemerintah terus berupaya untuk membumikan Pancasila dan Toleransi. Kedua hal tersebut diharapkan mampu menjadi perekat bagi keutuhan NKRI. Apakah anda masih hafal tiap sila dalam Pancasila? Saat sekolah dulu, kita memang diwajibkan untuk menghafalkan 5 sila Pancasila. Namun sayangnya saat sudah lulus, ada yang lupa beberapa kata dalam sila, bahkan tidak

Pancasila Sumber Kekuatan untuk Memberantas Korupsi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri banyak menyinggung Pancasila dalam pidatonya di acara pelantikan pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara. Salah satunya, dia mengatakan Pancasila bisa menjadi sumber kekuatan bagi bangsa Indonesia dalam perang badar melawan korupsi. “Pancasila telah menjadi solusi dalam menghadapi masalah negara ini, salah satunya perilaku korupsi,” kata Firli dalam pidatonya yang disiarkan

Menangkal Paham Transnasional Bertentangan Dengan Pancasila

Oleh : Abdul Gani Dalam sejarah bangsa Indonesia, paham transnasional kerap mengancam nilai-nilai ideologi Pancasila seperti radikalisme agama, liberalisme dan komunisme. Dalam upaya menangkal paham transnasional maka penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, Presiden Jokowi telah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Mewaspadai Potensi Penyebaran Paham Khilafah

Oleh : Ahmad Prasetya )* Khilafah merupakan ideologi yang sempat digemakan oleh HTI, meski HTI sudah dibubarkan, potensi penyebaran ideologi tersebut harus diwaspadai karena bertentangan dengan Pancasila. Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Darul Ulum, Syaian Choir, mengatakan bahwa ideologi Pancasila haruslah dipertahankan untuk mencegah penyebaran paham radikal dan penyebaran konsep khilafah. Menurutnya, sudah banyak generasi muda

Lawan Paham Radikalisme, FPMSI Ajak Warganet Milenial Perkuat Nilai-nilai Pancasila di Ruang Media Sosial

GemaNusa – Komunitas Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) bersama kalangan warganet Milenial menggelar live podcast dengan tema “Melawan Radikalisme di Masa Pandemi Dengan Penguatan Nilai-nilai Pancasila di Media Sosial” pada kamis (28/1/2021) siang di Jakarta. Dalam live podcast tersebut, Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) Rusdil Fikri mengingatkan pengguna media sosial alias warganet

Hadapi Bahaya Konten Radikalisme,  FPMSI Gelar  Aksi Mengajak Warganet Sebarkan Nilai-Nilai Pancasila di Media Publik

GemaNusa – Eksistensi paham radikal memiliki banyak pintu masuk baik secara luring maupun daring. Oleh karenanya, mulai dari kalangan orang tua hingga anak muda yang masih produktif, cukup rentan terpapar virus radikalisme. Kini saat pemerintah disibukkan dengan penanganan Covid-19, justru dijadikan peluang bagi gerakan dan organisasi berpaham  radikal  berkeliaran  membangun serta memperkuat sentimen negatif atau

Literasi Nilai-Nilai Pancasila di Medsos Cegah Radikalisme

Oleh : Aldia Putra )* Organisasi radikal terus bergerilya walau statusnya telah dibubarkan. Mereka menggunakan media sosial untuk mencari mangsa baru. Untuk melawan propaganda ormas radikal, maka di media sosial perlu dilakukan literasi nilai pancasila. Tujuannya agar netizen tidak teracuni oleh radikalisme dan persatuan Indonesia tetap utuh. Masyarakat kita menggunakan media sosial tiap hari, bahkan

RUU BPIP Memperkuat Pancasila

Oleh : Putu Raditya)* Kehadiran RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) memang sempat menuai kritik. Regulasi tersebut-pun lantas digantikan dengan adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Masyarakat pun mendukung RUU BPIP karena dianggap mampu memperkuat eksistensi Pancasila yang berpotensi tergerus oleh ideologi asing. Pemerhati Politik Saddam Al Jihad menilai, RUU BPIP perlu mendapatkan