Menteng, Jakarta - Indonesia

Cegah Varian Baru Corona dengan Menunda Mudik

Diungkapkan oleh Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, varian baru COVID-19 yang ditemukan di wilayah Indonesia itu antara lain B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan B1617 dari India. B1617 merupakan varian mutasi ganda yang menyebabkan India dilanda tsunami Corona. “Varian B117 diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih

Pelarangan Mudik Berlaku Untuk Swasta, BUMN, ASN dan TNI/Polri

Secara resmi Pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 selama 6-17 Mei 2021. Hal itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah. Pelarangan tersebut diperketat dengan dikeluarkanya Addendum atas SE Nomor

Tunda Mudik, Covid-19 Masih Ganas

Oleh Aditya Akbar )* Pandemi Covid-19 belum berakhir, Covid-19 juga masih ganas, sehingga tak ada pilihan lain selain menerapkan protokol kesehatan dan menunda mudik lebaran tahun 2021. Tak henti-hentinya Doni Monardo selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 mengingatkan kepada masyarakat soal larangan mudik Lebaran 2021. Pada tanggal 1 Mei 2021 lalu, Doni telah melakukan peninjauan

Mudik di Masa Pandemi Covid-19 Berbahaya

Oleh : Loly Arista )* Pandemi Covid-19 belum berakhir, artinya protokol kesehatan harus tetap ditegakkan secara disiplin, termasuk salah satunya adalah meniadakan aktifitas mudik. Pelarangan mudik juga dianggap tepat karena mobilitas di masa pandemi berpotensi sangat berbahaya tidak saja bagi pemudik, namun juga keluarga di kampung halaman. Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah menerbitkan Surat

Larangan Mudik Jaga Trend Positif Kasus Covid-19

Oleh: Abie )*             Pemerintah secara resmi telah mengumumkan larangan mudik Idul Fitri 2021 yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021. Usai diumumkan, larangan tersebut ditegaskan melalui  Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021. Upaya tersebut merupakan

Pakar: Larangan Mudik Dinilai Sudah Tepat

Pakar: Larangan Mudik Dinilai Sudah Tepat Mobilitas masyarakat saat libur panjang berdampak pada kenaikan kasus positif covid-19. Data menunjukkan kasus covid-19 bahkan naik lebih dari 100 persen. Karena itu, keputusan pemerintah melarang mudik dinilai tepat. Data Satgas Covid-19 nasional menyebutkan usai libur Idul Fitri 22-25 Mei 2020 lalu peningkatan kasus positif Covid-19 mencapai 69-93%. Mobilitas

Tunda Mudik Cegah Kenaikan Kasus Baru Covid-19

Oleh : Aldia Putra )* Masyarakat harus rela menunda mudik tahun ini karena masih dalam kungkungan pandemi. Jangan nekat pulang kampung karena akan membahayakan diri sendiri dan orang lain, karena terkena resiko besar untuk kena corona. Sabarlah dan berlebaran di rumah, dan jangan malah mudik sembunyi-sembunyi. Kita telah setahun melewati masa pandemi dan sayangnya pasien

Keputusan Larangan Mudik Lebaran 2021 Sudah Tepat

Oleh : Aldia Putra )* Tahun 2021 pemerintah memutuskan untuk melarang seluruh WNI pulng kampung jelang lebaran. Keputusan ini diambil karena angka penularan corona masih cukup tinggi. Masyarakat diminta ikhlas dan menaati aturan. Jangan nekat mudik dan malah membahayakan diri sendiri, karena berpotensi ketularan corona. Pulang kampung adalah kebiasaan masyarakat Indonesia jelang hari raya idul

Tidak Ada Mudik, Perjalanan Dibolehkan dengan Syarat Ketat

Oleh : Deka Prawira )* Di akhir Ramadhan, kebiasaan orang Indonesia untuk mudik tidak bisa dilakukan tahun ini. Penyebabnya karena masih dalam pandemi Covid-19. Namun ada beberapa golongan orang yang boleh melakukan perjalanan ke luar kota bahkan luar kota bahkan luar pulau, karena mereka bertugas sebagai tenaga medis atau harus pergi karena orang tuanya meninggal