media sosial

  • Tag : media sosial

BIN Launching Akun Resmi Youtube, FB, IG dan Twitter

GemaNusa – Merespons peningkatan penggunaan media sosial (medsos), Badan Intelijen Negara (BIN) telah meluncurkan tiga akun resminya, 30 Juni 2020 Sore,  di Kantor BIN, Jakarta . Ketiganya adalah binofficial_ri (Instragram), binofficial_ri (Twitter) dan binofficial.ri (Facebook). Langkah ini ditempuh guna melengkapi kebutuhan informasi masyarakat yang selama ini hanya bersumber dari website resmi BIN (www.bin.go.id). “Di tengah

Mewaspadai Propaganda Radikal Targetkan Anak-anak

Oleh : Reza Pahlevi )* Paham radikal memang harus diwaspadai, paham tersebut tidak hanya menyasar kalangan terdidik atau anak muda di perkuliahan, tetapi juga berpotensi menyasar anak-anak. Pada tahun 2018 lalu, Indonesia dikejutkan dengan keterlibatan anak-anak dalam kasus bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Keterlibatan anak-anak dalam aksi terorisme tersebut telah mengkhawatirkan banyak

Mewaspadai Penyebaran Paham Radikal di Berbagai Bidang

Oleh : Zakaria )* Radikalisme merupakan suatu sikap yang menginginkan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis melalui kekerasan dan aksi-aksi ekstrem. Masyarakat pun diminta waspada mengingat virus Radikalisme masih terus menyebar melalui berbagai kanal media. Virus radikal pada gejala awal menunjukkan sikap intoleran terhadap orang yang berbeda pendapat.

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme

Oleh : Zakaria )* Paham radikalisme telah menyebar luas dari berbagai celah. Tak hanya dikalangan masyarakat, sasarannya telah sampai perguruan tinggi, anak muda dan lembaga sekolah bahkan aparat negara dan pegawai pemerintah. Waspada sangat diperlukan supaya otak tidak mudah tercuci oleh doktrin radikalisme. Penyebaran paham radikalisme di Indonesia beberapa tahun terakhir ini memang cukup memprihatinkan.

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Media Sosial

Oleh : Aldia Putra )* Hampir setiap masyarakat di Indonesia dapat mengakses media sosial setiap waktu, kemudahan ini lantas menjadi celah bagi kaum radikal untuk menyebarkan ideologi mereka yang bertentangan dengan Pancasila. Masyarakat pun diminta untuk mewaspadai penyebaran paham radikal tersebut di media sosial. Perkembangan dan inovasi dunia teknologi informasi menyediakan kemungkinan baru bagi para

FPMSI Ajak Masyarakat Melawan Paham Radikalisme dan Tolak Aksi Intoleransi Demi Persatuan dan Kemajuan Bangsa

JAKARTA – Saat Indonesia juga di landa bencana wabah Covid-19 yang dalam penanganan membutuhkan kerja keras dan kerja sama semua pihak, sangat disesalkan ancaman lain yaitu gerakan paham radikal tetap terus bergerak memanfaatkan situasi tersebut dengan berbagai dalil dan upaya terus menyebarkan paham radikalnya. Untuk itu Pemerintah diminta untuk tetap bersikap tegas terhadap ancaman serius

Virus Radikalisme Mengancam Ideologi Bangsa

Oleh : Ahmad Prasetyo )* Covid-19 memang menjadi sesuatu yang membahayakan dan mematikan. Kendati demikian, ada virus yang lebih berbahaya dari Covid-19 yakni virus radikalisme kerena dapat membahayakan ideologi bangsa, memecah persatuan, dan menimbulkan disintegrasi di masyarakat. Sudah seharusnya wabah covid-19 ini menjadikan masyarakat dan pemerintah untuk bersatu dan bekerja sama untuk menangani ancaman penyebaran

Dukung Pemerintah Berantas Radikalisme dan Intoleransi Demi Indonesia Maju

Oleh: Martin Ksitana (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Solo) Radikalisme merupakan pikiran sesat penuh kebencian terhadap siapapun yang berbeda pemahaman dengan dirinya. Pemahaman radikal bisa diidap oleh siapa saja, bukan penganut salah satu agama saja. Oleh karena itu, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin diminta untuk tetap bersikap tegas terhadap ancaman radikalisme.