Menteng, Jakarta - Indonesia

Rakyat Papua Menolak KSP

Oleh : Saby Kossay )* Kelompok Separatis Papua (KSP) yang kerap memprovokasi dan meresahkan masyarakat Papua, rupanya mendapatkan penolakan dari sebagian besar rakyat Papua. Hal ini dikarenakan gerakan KSP senantiasa mengajak rakyat Papua untuk memisahkan diri dari Papua. Aksi kekejaman KSP kembali terjadi. Pada 25 April 2021, KSP menyerang Kabinda Papua Brigjen I Gusti Putu Danny saat terjun

Tokoh Papua Mengecam Aksi Keji KSP

Oleh : Alfred Jigibalom )* Kekejaman Kelompok Separatis Papua (KSP) yang membakar menyerang sekolah dan menembak 2 orang guru, hingga Kabinda Papua mendapat kecaman dari para tokoh masyarakat di Papua. Mereka tidak setuju dengan kekejian KSP karena sudah melanggar hukum dan menyakiti saudara sesukunya sendiri. Memang organisasi ini harus diberantas secepatnya, agar masyarakat merasa aman dan damai di Papua. Papua kembali gonjang-ganjing

Kelompok Separatis Papua (KSP) Membunuh Guru dan Membakar Sekolah

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membenarkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar Gedung SD Jambul, SMP Negeri 1, SMA 1 Beoga dan rumah guru di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, Kamis (8/4) kemarin. Hal itu diketahui setelah mendapatkan laporan dari masyarakat setempat. “Mendapat informasi tersebut, personel gabungan Polsek dan Polres mendatangi TKP dan

KAMI Didesak Tidak Ganggu Stabilitas Negara

GemaNusa – Keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) memang menjadi kekhawatiran sejumlah warga. Bukan hanya dinilai terbentuk akibat ambisi politik, koalisi yang dinisiasi oleh Din Syamsuddin cs ini berpotensi memecah belah bangsa dan mengancam stabilitas keamanan negara. Selain itu juga mengganggu upaya Pemerintah menanggulangi Covid-19. Ratusan orang yang tergabung dalam Paguyuban Warga Tasikmalaya Bersatu secara

KAMI Dukung Buruh Tolak RUU Cipta Kerja, Pengamat : Hanya Cari Panggung Politik Saja

GemaNusa – Pasca menyatakan mendukung aksi mogok nasional yang dilakukan oleh Serikat Buruh sebagai sikap penolakan terhadap pembahasan RUU Cipta Kerja, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) justru mendapatkan reaksi negatif dari sejumlah pihak. Pegiat Media Sosial, Denny Siregar, menuding KAMI menunggangi aksi para buruh untuk menolak Omnibus Law. Denny Siregar menilai bahwa KAMI akan terus