Menteng, Jakarta - Indonesia

Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua Melanggar HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan di Papua. Peristiwa itu terjadi akibat ulah dari kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Bahkan, Komnas HAM pernah menemukan tindakan kekerasan yang sangat brutal. “Berikutnya saya tambahkan tentang penanganan Papua ada kasus kekerasan yang terjadi. Kami Komnas HAM mengakui kekerasan juga terjadi dari OPM

Ketua Komnas HAM: Tindak Kekerasan OPM Sangat Brutal

OPM/KKB kerap mengancam hingga melakukan tindak kekerasan kepada aparat keamanan maupun masyarakat. Tak sedikit ancaman tersebut berbuntut jatuhnya korban jiwa. OPM/KKB juga kerap mengintimidasi pejabat Pemda dan memaksa mereka untuk mendukung aksi kekerasan yang menimbulkan efek ketakutan yang meluas di kalangan masyarakat. Fenomena ini telah menjadikan suatu ancaman bagi terwujudnya nilai-nilai kemanusiaan serta pembangunan baik

KOMNAS HAM Belum Temukan Indikasi Pelanggaran HAM Berat

Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menyatakan bahwa dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, pihaknya belum menemukan bukti pelanggaran HAM berat dalam kasus penembakan 6 laskar FPI oleh pihak kepolisian. Lebih lanjut Ahmad menjelaskan bahwa berdasarkan Statuta Roma, suatu kasus dapat dikategorika kedalam pelanggaran HAM berat, jika tindakan penyerangan serta pembunuhan

Komnas HAM Nyatakan Anggota FPI Memiliki Senjata Api

Oleh : Farid Ridha )* Ex pengurus FPI tak berkutik ketika Komnas HAM menyatakan bahwa laskar ormas itu memiliki senjata api rakitan. Temuan ini menangkis tuduhan mereka bahwa 6 anggota FPI jadi korban pada peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Karena kejadian sebenarnya adalah polisi terpaksa melakukannya untuk melindungi diri. Akhir tahun 2020 masyarakat kaget karena