Menteng, Jakarta - Indonesia

Tidak Perlu Ada Problematika Labelisasi Terorisme KKB di Papua

Oleh Bustaman Al Rauf Pelabelan dianggap sebagai bukan bentuk pendekatan pusat dengan Papua. Karena pelabelan dilaksanakan berdekatan saat internet di Papua sedang down dan pengiriman 400 tambahan pasukan. Menyoroti kebebasan internet, masyarakat papua tidak meyakini kejadian internet papua yang down sebagai insiden tidak sengaja. Meskipun terdapat upaya penekanan oleh Menkopolhukam dan rapat DPR, yang menekankan

Mendukung TNI-Polri Menindak Tegas KST Guna Mempercepat Pemulihan Keamanan di Wilayah Papua

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, memajukan dan mensejahterakan seluruh rakyat di Provinsi Papua merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui usaha bersama. Namun, tidak mudah membangun Papua jika intensitas dan eskalasi aksi kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap melakukan aksi-aksi teror terhadap rakyat Papua, tidak kunjung usai. “Negara harus hadir untuk memastikan

KKB dan Separatis Sumber Konflik Bagi Masyarakat Papua

Oleh : Abner Wanggai )* Kelompok separatis di Papua wajib dibasmi karena menjadi sumber konflik bagi masyarakat. Keberadaan mereka sangat meresahkan, karena sering membuat kekejaman yang di luar batas kemanusiaan, bahkan tak jarang membunuh warga sipil. Pemberantasan KKB menjadi agenda wajib, agar rakyat Papua bisa hidup damai. Permasalahan pelik di Papua terjadi karena teror dari

9 KKB Menjadi Target Operasi

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, mengungkapkan setidaknya sembilan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua masih menjadi target operasi.Total, anggotanya diperkirakan mencapai 150 orang. “Saya menyampaikan kelompok mereka itu ada 7-9 kelompok. Namun yang kami petakan teridentifikasi kurang lebih 150 orang,” kata Ahmad. Lebih lanjut Ia menyampaikan kelompok teroris KKB itu tak terpusat di

Penyebutan KKB Sebagai Teroris Sudah Tepat

Oleh:  Alfred Jigibalom )* Saat kelompok kriminal bersenjata diklaim sebagai teroris, maka publik menyetujuinya, karena cara-cara mereka dalam menjalankan aksinya sudah seperti teroris. Sebutan teroris memang sudah tepat, agar pemberantasan KKB makin intensif. Sehingga kedamaian di Papua segera tercipta. Papua (dulu Irian Jaya) termasuk provinsi bungsu yang baru masuk jadi bagian Indonesia, pada tahun 1969, setelah

Label Teroris Pantas Untuk KKB Papua

Oleh : Abner Wanggai )* Kelompok separatis Papua telah resmi dikategorikan sebagai gerakan teror. Masyarakat mendukung keputusan tersebut karena faktanya kelompok tersebut tidak saja tega membunuh TNI/Polri, namun juga rakyat tidak berdosa.  Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana menilai bahwa

KKB KELOMPOK TERORIS YANG SEMAKIN BRUTAL

Oleh : Moses Waker )* Kelompok kriminal bersenjata (KKB) sering meresahkan masyarakat Papua, sehingga wajib diberantas sampai tuntas. Mereka terlalu sering melakukan teror dan tindakannya semakin brutal, sehingga perlu untuk segera ditumpas. KKB Kembali berulah. Pada 25 April 2021, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menyerang Aparat Keamanan yang sedang bertugas dan mengakibatkan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua,

Mengutuk Aksi Keji KKB Terhadap Rakyat

Oleh : Timotius Gobay )* Kelompok kriminal bersenjata makin menggila karena tega membakar sekolah dan membunuh guru. Tindakan mereka sangat merugikan, karena anak-anak tidak bisa menuntut ilmu di tempat yang representatif. Kekejian terhadap pada guru juga tak bisa diampuni, karena mereka secara tidak langsung membuat para murid kehilangan harapan untuk belajar. Papua kembali membara karena

KKB Papua Pantas Dibasmi

Oleh : Moses Waker )* Kelompok kriminal bersenjata (KKB) selalu meresahkan masyarakat Papua. Mereka pantas dibasmi karena mengambil perdamaian di Bumi Cendrawasih dan meneror dengan berbagai cara. Masyarakat juga antipati dengan KKB, karena mereka sudah bertindak jauh di luar batas, dengan nekat mengambil nyawa saudara sesukunya sendiri. Papua sering muncul dalam berita, sayangnya yang ditonjolkan

KKB Layak Disebut Organisasi Teroris

Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendukung wacana redefinisi kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan kelompok separatis bersenjata (KSB) di Papua. Bobby menilai KKB atau KSB tersebut lebih layak disebut sebagai pelaku terorisme. Itu dikatakannya, mengingat sepak terjang kelompok itu selama ini. Termasuk terhadap warga sipil, seperti penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok itu beberapa