Menteng, Jakarta - Indonesia

Masyarakat Dukung Pemberantasan Kelompok Radikal dan Teroris di Indonesia

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto mengatakan pihaknya tengah melakukan deteksi dini terhadap kelompok-kelompok teroris di Indonesia yang memiliki kedekatan ideologi dan jaringan dengan Taliban. Hal itu dilakukan usai kelompok Taliban menguasai Afghanistan sejak beberapa hari terakhir. “BIN bersama jajaran intelijen melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat deteksi dini dan cegah dini terutama

Tokoh Ormas Eks FPI Ditangkap Densus 88

Mantan tokoh ormas Front Pembela Islam (FPI), Munarman, ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Perumahan Modern Hills, Cinangka-Pamulang, Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (27/4/2021). Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, petinggi organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI), Munarman sedang dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Seperti diketahui,

Ungkap Jaringan ISIS di Eks FPI

Mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI), Munarman, ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Penangkapan Munarman disebut terkait kegiatan baiat terhadap Negara Islam di Irak dan Suriah atau NIIS/ISIS yang dilakukan di Jakarta, Makassar, dan Medan. Munarman kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut. ‚ÄĚJadi,

Munarman Terlibat Jaringan Teroris ISIS

Polri mengungkapkan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman ditangkap karena terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) atau ISIS Indonesia. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengky Haryadi mengemukakan bahwa Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror memiliki alat bukti bahwa Munarman terlibat dengan jaringan teroris tersebut. “Jadi dia ditangkap di wilayah Tangerang

FPI Berafiliasi dan Berbaiat Kepada ISIS

Pada Kamis (4/2/2021) beberapa waktu lalu sebanyak 26 terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan, tiba di Appron Terminal Cargo, Bandara Soekarno Hatta. Disebutkan sebanyak 19 orang yang ditangkap di Makassar terlibat dalam kegiatan ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI). Pengamat Intelijen dan Terorisme Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib, mengatakan awal mula sejumlah anggota FPI terafiliasi

Pelaku Teror Bom Makassar Berbaiat Kepada ISIS di Markas Eks FPI

Polri mengungkapkan bahwa tersangka teroris yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada Minggu (28/3) yang lalu sempat melakukan baiat di markas ormas Front Pembela Islam (FPI) yang kini menjadi organisasi terlarang. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa hal tersebut terungkap berdasarkan peran dari empat

Fakta Lanjutan Terkait Penangkapan 26 Terduga ISIS

Pandangan bahwa Front Pembela Islam (FPI) terlibat dengan ISIS muncul setelah video seorang anggota FPI, (A.A.), ditangkap pihak penegak hukum karena diduga menjadi bagian dari jaringan teroris JAD, yaitu organisasi afiliasi ISIS di Indonesia. (A.A.) mengaku bahwa proses baiat disaksikan langsung oleh Munarman sebagai perwakilan FPI pusat. Densus 88 Polri, selalu pihak penegak hukum yang

ANGGOTA FPI TERKONFIRMASI DIBAIAT ISIS

Pada hari rabu, 3 Februari 2021, aparat penegak hukum telah berhasil membekuk 26 terduga teroris dari Gorontalo dan Makassar. Beberapa orang terduga teroris tersebut merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang terkonfirmasi pernah berbaiat pada ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) pada 2015. Hal tersebut diketahui dari hasil pengakuan para terduga teroris yang telah