Menteng, Jakarta - Indonesia

Tes Wawasan Kebangsaan Cegah Radikalisme dan Intoleransi

Oleh : Ahmad Baiquni )* Pegawai KPK akan dijadikan pegawai negeri. Untuk mendapatkan posisi terhormat itu, mereka harus melakukan 1 seleksi penting bernama tes wawasan kebangsaan. Ujian ini wajib dilakukan oleh semua calon aparatur sipil negara. Tujuannya agar mereka diketahui apakah mereka cinta Indonesia dan tidak tersangkut kasus radikalisme.  Tes wawasan kebangsaan yang harus dilakukan oleh pegawai

Masyarakat Menolak Pemuka Agama Ajarkan Intoleransi

Oleh : Deka Prawira )* Pemuka agama memiliki peran sentral dalam membangun persatuan bangsa dan kerukunan umat beragama. Dengan demikian, masyarakat pun menolak pemuka agama yang dinilai selalu menyebarkan kebencian dan mengajarkan intoleransi. Akui saja bahwa dinamika politik nasional di Indonesia kerap dicampuri dengan sentimen agama yang kerap menimbulkan ujaran kebencian. Hingga akhirnya muncul penghinaan

Peran Aktif Generasi Muda Menjaga Identitas Bangsa Indonesia dari Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

Oleh: Johan Syahbudin (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kota Bandung) Diksi “radikalisme” sedang menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini. Ada sebagian pihak melontarkan asumsi pentingnya penanggulangan radikalisme, menganggap hanya sebagai isu tematik yang sengaja dimainkan dan sebagian lainnya menganggap radikalisme adalah penyakit yang harus diobati. Terlepas dari asumsi berbagai pihak, yang jelas radikalisme pasti

Dukung Pemerintah Berantas Radikalisme dan Intoleransi Demi Indonesia Maju

Oleh: Martin Ksitana (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Solo) Radikalisme merupakan pikiran sesat penuh kebencian terhadap siapapun yang berbeda pemahaman dengan dirinya. Pemahaman radikal bisa diidap oleh siapa saja, bukan penganut salah satu agama saja. Oleh karena itu, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin diminta untuk tetap bersikap tegas terhadap ancaman radikalisme.