Menteng, Jakarta - Indonesia

Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Percepat Pemerataan Pembangunan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menegaskan pemerintah akan terus melakukan pembangunan infrastruktur khususnya pemindahan ibu kota negara (IKN) dalam APBN 2022. Pasalnya pembangunan ibu kota negara, penting untuk memenuhi kebutuhan Indonesia di masa depan. “Kita masukkan pemindahan ibukota negara, kebutuhan Indonesia masa depan dengan mobilitas tinggi, demografi berubah dan kebutuhan lingkungan sustainable,”tuturnya dalam Rapat bersama Badan

IKN Baru Akan Berkonsep Forest City

Pemerintah telah merancang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang berada pada lahan seluas 256.142 Hektare (Ha). Pengembangan kawasan ini pun nantinya akan mengusung konsep forest city yang ramah lingkungan. Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Prawiradinata, mengatakan bahwa Ibu kota negara nanti akan memanfaatkan energi baru terbarukan atau EBT seperti energi air, angin, atau

Pembangunan IKN Akan Serap 500.000 Lapangan Kerja

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan bahwa pembangunan IKN justru dibutuhkan karena adanya pandemi. Perencanaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Pembangunan IKN diharapkan dapat juga sebagai pemicu perkembangan daerah penunjang di sekitarnya yakni Balikpapan dan Samarinda. Disiplin perencanaan dan pembangunan adalah hal yang sangat

Pemerataan Pembangunan melalui Pemindahan Ibu Kota Negara

Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur merupakan hal yang penting dilakukan dalam rangka mengurangi beban berat dalam berbagai bidang di wilayah DKI Jakarta saat ini. ”Hal ini semata mata untuk mengurangi beban yang ditanggung Jakarta. Dari sisi ekologis Jakarta punya masalah yang tidak ringan,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Gde Sumarjaya