Menteng, Jakarta - Indonesia

Perayaan Idul Adha di Rumah Tidak Mengurangi Esensi Ibadah

Oleh : Muhammad Yasin )* Perayaan Idul Adha di masa pandemi Covid-19 mengharuskan setiap warga untuk dapat beribadah dari rumah. Meskipun dilaksanakan dari rumah, rangkaian kegiatan Idul Adha tersebut sama sekali tidak mengurangi esensi ibadah. Lonjakan kasus penularan tentu saja membuat banyak aktifitas masyarakat dibatasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan kepada jajarannya untuk menjaga

Ibadah di Bulan Ramadhan dengan Mencegah Penyebaran Covid-19

Oleh: Shania S (Warganet Kota Tangerang) Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, tentunya kita ingin merayakannya bersama keluarga. Namun demikian, situasi yang tidak memungkinkan untuk berkumpul di tengah pandemi menjadi hal yang menyakitkan bagi mereka yang berada di perantauan yang jauh dari keluarga. Terbilang telah dua kali kita menjalankan puasa di tengah pandemi dan kasus

Perlu Disiplin Prokes 5M Saat Beribadah

Oleh : Ahmad Baiquni )* Pandemi covid-19 tidak menghalangi kita untuk tetap berpuasa ramadhan. Namun, ada beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan ibadah yang lain. Misalnya salat tarawih dan berbuka puasa bersama. Sebaiknya salat di rumah saja dan buka bersama dengan keluarga inti di dalam rumah sendiri. Di bulan ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah ditingkatkan. Kita jadi

Pemuka Agama Serukan Ibadah di Rumah Saat Pandemi Covid-19

Oleh : Ismail )* Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa untuk beribadah di rumah seiring adanya Pandemi  Virus Corona baru atau Covid-19 menjelang bulan suci Ramadhan. Beribadah di rumah dianggap tidak mengurangi kekhusyukan beribadah. Masyarakat pun diharapkan mengikuti imbauan tersebut. Virus COVID-19 tak hanya menyerang kesehatan seseorang, tapi juga menggoyang kestabilan ekonomi, pariwisata, dan lain-lain.