Pemerintah Perkuat Pemberdayaan UMKM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta – Pemerintah mengambil langkah strategis dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Memasuki November 2025, berbagai program penguatan kapasitas usaha, pembiayaan, serta digitalisasi UMKM berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dan memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Salah satu fokus utama adalah perluasan akses teknologi dan pendampingan pelaku usaha melalui berbagai inisiatif lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah menekankan bahwa modernisasi kemampuan usaha kecil bukan hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga soal memperluas peluang pasar hingga menjangkau sektor digital.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi teknologi merupakan kunci daya saing pelaku usaha kecil. “Pelaku UMKM harus mendapatkan akses terhadap teknologi yang relevan dengan kebutuhan produksi dan pemasaran saat ini. Modernisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan bahwa produk lokal mampu bersaing dan memenuhi standar pasar yang terus berkembang”, jelasnya.

Di sisi lain, sektor perbankan juga memainkan peran penting dalam mendorong kapasitas UMKM. Melalui program pemberdayaan berbasis komunitas, BRI telah menjangkau ribuan pelaku usaha dan memberikan pendampingan menyeluruh pada proses produksi, manajemen bisnis, hingga akses digital.

Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, menjelaskan bahwa program pemberdayaan BRI diarahkan untuk memperkuat UMKM melalui pendekatan terstruktur di tingkat desa. “Kami menjalankan pembinaan melalui Desa BRILiaN, klaster usaha, serta transformasi digital untuk memastikan UMKM bisa tumbuh dari akar rumput. Pendampingan komprehensif ini kami rancang agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya secara berkelanjutan”, ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Pusat juga memastikan bahwa ekosistem pemberdayaan UMKM harus mengedepankan kolaborasi antar-sektor, baik domestik maupun internasional. Upaya ini dilakukan untuk membuka akses pasar lebih luas dan memperkuat rantai pasok nasional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama multilateral untuk memperkuat peran UMKM dalam ekonomi kawasan. “UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat. Kemitraan, transfer pengetahuan, dan kerja sama antarnegara diperlukan agar UMKM Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkontribusi pada stabilitas ekonomi regional”, jelasnya.

Dengan ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif, pendampingan usaha yang berkelanjutan, serta peningkatan literasi yang menjangkau daerah-daerah dengan penetrasi UMKM tinggi, pemerintah optimis sektor UMKM akan semakin berperan dalam pemerataan ekonomi nasional. Langkah ini diyakini mampu memperkokoh ketahanan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.

.