Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM, Sektor Swasta Jadi Mitra Utama Pertumbuhan

Oleh: Muhammad Arif )*

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta semakin menjadi elemen kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai inisiatif yang melibatkan perusahaan ritel, lembaga keuangan, hingga industri kopi menunjukkan bahwa penguatan ekosistem UMKM tidak lagi hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kontribusi aktif dunia usaha. 

Peresmian Warehouse Center Alfamart di Palangka Raya, Kalimantan Tengahpenyelenggaraan forum ekonomi oleh bank bjb, dan peluncuran Program KRING oleh Starbucks Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta mengambil peran strategis dalam memperkuat rantai pasok, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta memperluas akses pasar bagi UMKM di berbagai daerah.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart, Budi Santoso, mengatakan bahwa peresmian Warehouse Center di Palangka Raya akan menjadi pusat distribusi vital yang mampu memastikan ketersediaan stok yang stabil dan produk berkualitas tinggi di seluruh jaringan toko. Tidak hanya itu, perusahaan telah berhasil mengkurasi produk dari empat UMKM lokal untuk dipasarkan di 90 gerai Alfamart di Palangka Raya. Program ini dinilai sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi lokal, yang tidak hanya memberikan akses pasar kepada pelaku UMKM, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk mereka.

Sementara itu, Kepala Divisi UMKM Bank bjb, Ayi Subarna mengatakan keterlibatan sektor swasta dalam kegiatan ekonomi daerah merupakan faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif. Forum Economics 360° Roundtable Discussions di Gedung Sate, Kota Bandung, menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi percepatan ekonomi Jawa Barat. 

Melalui kegiatan tersebut, Bank bjb memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan serta memperkokoh sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Bank bjb disebut akan terus meningkatkan kapasitas UMKM melalui program inkubasi, pelatihan, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar, sekaligus menjadikan Jawa Barat salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

COO PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia), Liryawati mengatakan kopi merupakan medium yang menghubungkan banyak orang dan hubungan tersebut dimulai dari para pelaku yang menyajikan kopi setiap hari. Melalui Program Kelas UMKM: Growing and Upscaling (KRING), Starbucks Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jakarta dan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia memberikan pelatihan manajemen usaha, higienitas, penggunaan kemasan berkelanjutan, integrasi QRIS, serta akses pembiayaan mikro bagi 100 pelaku usaha kopi di Jakarta. Program ini dirancang untuk membantu UMKM kopi bertransisi dari usaha informal menuju ekonomi formal melalui adopsi digital dan peningkatan kualitas layanan.

Pelaksanaan Program KRING menunjukkan bagaimana kolaborasi sektor swasta dan pemerintah dapat menciptakan dampak sosial-ekonomi yang luas. Pelatihan mingguan, pendampingan individu oleh INOTEK, serta pemberian paket perlengkapan usaha menjadi langkah komprehensif dalam meningkatkan profesionalitas pelaku UMKM kopi. Keberhasilan pelaku usaha tidak hanya bergantung pada cita rasa kopi, tetapi juga pada kualitas layanan, kebersihan, dan kemampuan penggunaan teknologi pembayaran digital. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM, tetapi juga memperluas inklusi ekonomi melalui digitalisasi.

Keterlibatan sektor swasta dalam pemberdayaan UMKM juga memperkuat rantai pasok nasional. Dengan Warehouse Center Alfamart, distribusi barang di daerah khususnya Kalimantan Tengah menjadi lebih efisien, yang pada akhirnya menurunkan biaya logistik dan meningkatkan akses produk bagi masyarakat. Di sisi lain, Bank bjb melalui penguatan pembiayaan UMKM memberikan fondasi finansial yang memungkinkan pelaku usaha memperluas kapasitas dan meningkatkan kualitas produksi. Program KRING memperkenalkan inovasi dan standar keberlanjutan, yang dapat meningkatkan nilai tambah di sektor kopi nasional.

Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, ketiga inisiatif ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pemberdayaan UMKM. Jika sebelumnya pelaku UMKM banyak mengandalkan kebijakan pemerintah, kini kolaborasi dengan sektor swasta menciptakan ekosistem yang lebih dinamis dan adaptif. Sektor swasta tidak hanya berperan sebagai penyedia pasar, tetapi juga sebagai fasilitator peningkatan kapasitas, mentor bisnis, dan penyedia akses teknologi.

Kehadiran sektor swasta di daerah dalam program pemberdayaan UMKM memberikan dukungan strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Investasi Alfamart di Palangka Raya, dukungan bank bjb untuk forum ekonomi Jawa Barat, serta kolaborasi Starbucks Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Jakarta menunjukkan bahwa sinergi multipihak dapat menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat. Pelaku UMKM kini memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha, baik melalui akses pasar modern, pembiayaan, pelatihan, maupun digitalisasi.

Semakin kuatnya keterlibatan sektor swasta dalam pemberdayaan UMKM menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi nasional bergerak menuju model kemitraan yang inklusif. Integrasi antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas lokal menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan. Dengan berbagai program dan inisiatif yang telah berjalan, sektor swasta terbukti memainkan peran strategis dalam memperkuat UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. Kedepannya, pemberdayaan UMKM akan semakin terarah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian visi Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.

)* Pengamat sosial dan kemasyarakatan.