Papua Perkuat Kesiapsiagaan: Masyarakat Adat dan Aparat Kompak Jaga Stabilitas Jelang 1 Desember

Nabire – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire menggelar sosialisasi terkait peran masyarakat adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang 1 Desember.

Ketua LMA Nabire, Karel Misiro, dalam pemaparannya menegaskan kembali posisi strategis LMA sebagai mitra pemerintah dalam menjaga harmonisasi sosial.

Ia mengingatkan seluruh tokoh adat agar meningkatkan kewaspadaan menjelang 1 Desember sekaligus menjaga ketenangan di tengah masyarakat.

“Tanggal 1 Desember sering menimbulkan dinamika sosial di Papua, terutama terkait unjuk rasa atau aktivitas kelompok tertentu. Untuk itu, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada. Saya menekankan pentingnya menghindari provokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melapor kepada aparat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan,” ucapnya.

Karel juga menjelaskan sejumlah potensi kerawanan yang harus diantisipasi, mulai dari meningkatnya aktivitas kelompok tertentu hingga potensi gangguan seperti blokade jalan, pembakaran ban, maupun perubahan arus mobilitas warga.

Ia menegaskan bahwa upaya antisipasi telah dilakukan pemerintah daerah bersama aparat.

“Pemerintah daerah dan aparat keamanan telah meningkatkan pemantauan di titik-titik rawan serta mengedepankan pendekatan persuasif untuk menjaga keselamatan publik,” jelasnya.

Sementara itu, di Papua Tengah, Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf M Slamet Wijaya mengungkapkan bahwa menjelang 1 Desember, sejumlah distrik pedalaman seperti Jila, Alama, Hoeya, dan Tembagapura berada dalam kategori rawan terkendali namun tetap dapat diatasi melalui langkah responsif aparat.

“Untuk wilayah Kota Timika dan sekitarnya saat ini berada dalam situasi aman terkendali, sementara wilayah distrik di pegunungan berada dalam situasi rawan terkendali,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis wilayah pegunungan yang bersebelahan dengan daerah konflik memerlukan kesiapsiagaan ekstra.

Namun koordinasi antaraparat terus ditingkatkan agar masyarakat tetap merasa terlindungi.

“Kami juga sudah mendapatkan perintah dari pimpinan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas. Kita meminta dukungan dan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan sehingga warga bisa beraktivitas seperti biasanya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran aparat di distrik rawan bersifat melindungi, bukan menimbulkan ketakutan.

“Kehadiran aparat keamanan di sana tidak ada keinginan untuk menyakiti masyarakat. Kami datang murni untuk menjaga mereka,” ungkapnya.

Sedangkan di Papua Selatan, pemerintah daerah mendorong penguatan suasana positif menyambut Natal yang bertepatan dengan 1 Desember.

Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu meminta panitia Natal segera mengeluarkan edaran agar masyarakat mulai menghias fasilitas publik dan pemukiman.

“Kami minta supaya panitia Natal segera mengeluarkan surat edaran yang mengajak masyarakat menggaungkan gema Natal pada awal Desember,” ujarnya.

Ferdinandus juga berharap seluruh gelaran kegiatan Natal, termasuk parade pada 1 Desember, berjalan aman dan tertib. #