Menteng, Jakarta - Indonesia

Kinerja KPK Semakin Profesional dan Fokus Dalam Pemberantasan Korupsi

Jakarta — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan apresiasi pada kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menganggap, KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri semaki bertaji dan ganas memberantas korupsi.

“Semenjak KPK dipimpin Firli, lembaga antirasuh tersebut kini bisa kita lihat semakin bertaji. Semakin berani dan makin ganas memberantas korupsi,” kata Sahroni beberapa waktu yang lalu.

Ia juga menilai KPK berhasil menjalankan fungsi pencegahan tindak pidana korupsi dengan baik.

Menurutnya juga, KPK tetap bisa menjalankan penegakan hukum bagi para koruptor, hingga ke tingkat menteri.

“Kita lihat KPK juga tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan hukum yaitu dari semua kalangan hingga ke tingkat menteri,” tuturnya.

Dia menilai, kerja sama itu sangat penting demi memperkecil potensi untuk korupsi.

Menurutnya penangkapan lewat operasi tangkap tangan (OTT) memang dramatis, tapi pencegahan tetap yang utama.

Sebagaimana diketahui dalam satu tahun terakhir ini kinerja KPK dalam menangkap pelaku korupsi menjadi sorotan publik. Pasalnya berhasil menangkap dua menteri kabinet Indonesia Maju yang terjerat korupsi.

KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan beberapa orang lainnya di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, pada Rabu 25, November 2020 yang lalu. Edhy ditetapkan tersangka terkait dugan korupsi ekspor benih lobster (benur).

Selain Edhy Prabowo, enam orang lainnya pun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata, swasta/Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin. Selanjutnya, pengurus PT ACK Siswadi, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, dan Direktur PT DPP Suharjito.

Kemudian, beberapa waktu yang lalu pun KPK menetapkan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara sebagai tersangka terkait dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) pandemi Covid-19. Dalam kasus korupsi bansos pandemi Covid-19, KPK menetapkan lima tersangka Mensos Juliari Peter Batubara, Matheus Joko Santoso, dan Adi Wahyono, sedangkan pemberi suap Ardian dan Harry Sidabuke. (*)