Menteng, Jakarta - Indonesia

Mendukung Percepatan Vaksinasi Demi Terwujudnya Kekebalan Komunal (Herd Immunity)

Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong agar berbagai upaya pengendalian Covid-19 terus dilakukan. Hal ini untuk mempertahankan kondisi kasus Covid-19 yang saat ini sudah menurun dan mencegah terjadinya lonjakan gelombang ketiga.

Wapres juga meminta agar semua pihak tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan-lonjakan kasus Covid-19, yakni gelombang ketiga seperti yang terjadi di beberapa negara lain.

Ma’ruf menekankan dua hal yang perlu dilakukan, yaitu menjaga protokol kesehatan dan mempercepat upaya vaksinasi. Prokes yang dimaksud adalah memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

“Walaupun tingkat penularan sekarang ini sudah mulai turun, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, tetapi kita belum merasa aman,” ujar Wapres saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iya, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (21/10).

Dua hal ini dinilai sangat penting, khususnya vaksinasi demi mencapai target kekebalan kelompok atau herd immunity, yakni 70 persen dari jumlah penduduk yakni 200,8 juta.

“Untuk mengejar itu, maka kita melakukan percepatan-percepatan vaksinasi yaitu dalam rangka menjaga, kalau dalam agama kita melaksanakan prinsip menjaga diri sendiri itu merupakan kewajiban dan jadi salah satu tujuan syariah Islam sehingga kita perlu mengupayakan itu,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia memiliki target vaksinasi Covid-19 minimal menjangkau 208,27 juta penduduk demi mencapai kekebalan komunal (herd immunity). Jumlah penduduk yang sudah mendapatkan vaksin lengkap (2 dosis) saat ini baru mencapai 63 juta orang.

Oleh karena itu , percepatan vaksinasi di daerah yang capaiannya masih rendah tengah dikejar.

“(Vaksinasi) dipercepat, terutama ibu kota-ibu kota provinsi yang masih rendah, juga ada beberapa kota-kota yang padat penduduknya, dan yang juga mau mengadakan acara-acara besar, seperti yang di Mandalika agar bisa kita percepat,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip laman Sekretariat Kabinet (Setkab), beberapa waktu lalu.