Menteng, Jakarta - Indonesia

Perpanjangan PPKM Berdampak Baik dan Positif

JAKARTA – Tren kematian Covid-19 di Indonesia terlihat lebih baik dari tingkat dunia. Karena di Indonesia, trennya cenderung menurun dibandingkan tingkat dunia. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, dampak positif ini merupakan hasil dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilanjutkan PPKM tingkat desa dan kelurahan (Mikro).

Melihat perkembangan tren kematian ini menunjukkan di tengah angka kematian dunia yang sedang mengalami kenaikan, kebijakan PPKM Mikro dapat menjaga Indonesia dari perkembangan kasus Covid-19 ke arah yang kurang baik. Termasuk kasus kematian pasien Covid-19. Dan melihat tren kasus sebelum pelaksanaan PPKM, provinsi di Pulau Jawa dan Bali selalu mendominasi kenaikan kematian mingguan di tingkat nasional.

Untuk itu, kondisi baik ini harus terus dipertahankan. Pelaksanaan PPKM harusnya dijadikan semangat untuk terus meningkatkan kolaborasi dan kerjasama seluruh unsur daerah, melalui posko tingkat desa dan kelurahan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas penanganan Covid-19. “Dengan begitu angka kematian dapat semakin ditekan,” pungkas Wiku.

Keampuhan PPKM terbukti ketika jumlah pasien Corona turun drastis dalam sebulan. Mari kita bandingkan berdasarkan data dari tim satgas Covid. Jumlah pasien Corona di Indonesia, tanggal 30 agustus 2021 berkisar 4.000-an orang. Sedangkan tanggal 30 juli 2021, ada 54.000-an pasien Covid. Berarti jumlahnya turun drastis menjadi tidak sampai 10%.

Penurunan jumlah pasien Corona juga diiringi dengan turunnya jumlah kematian akibat Covid, menjadi sekitar 3% saja. Begitu juga dengan tingkat keterisian ranjang di Rumah Sakit, menjadi hanya 27%. Progress ini sangat positif sehingga kita bisa bersyukur, berkat kedisiplinan masyarakat saat PPKM maka Corona jadi lebih terkendali.

Oleh karena itu ketika PPKM diperpanjang jangan ada yang mengeluh, karena pemerintah ingin menekan jumlah pasien Corona sampai di bawah 1.000 orang per hari, dan kalau bisa sampai 0% alias tidak ada lagi yang tertular virus jahat ini. Pembatasan mobilitas masyarakat terbukti bisa mengendalikan keganasan Corona sehingga banyak yang sehat dan selamat dari ancaman penyakit berbahaya ini. (*)