Menteng, Jakarta - Indonesia

Mempertahankan Keberhasilan Penanganan Covid-19 dengan Tetap Jaga Prokes dan Dukung Percepatan Vaksinasi

Jakarta – Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 memaparkan bahwa kunci untuk mempertahankan penurunan kasus Corona adalah dengan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Jelas bahwa lonjakan kasus terjadi bukan semata-mata akibat varian delta, tetapi akibat aktivitas sosial masyarakat yang tidak sejalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito.
Wiku mengemukakan, varian mutan seperti Delta memang terbukti lebih cepat dalam penularannya, tetapi perlu dicatat, kendati varian ini di India pada Oktober 2020, kasusnya baru melonjak pada April 2021. Sama dengan Indonesia, di mana varian tersebut ditemukan pada Januari 2021, tetapi kasus baru melonjak pada bulan Juli.
“Jika kita mampu membatasi aktivitas sosial, dampak mutasi varian tidak akan menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan,” ujarnya.
Wiku mengatakan, ada dua pelajaran utama yang harus dicatat untuk mempertahankan penurunan kasus di Indonesia. Pertama, serius menjaga prokes sejalan dengan dibukanya kembali kegiatan sosial kemasyarakatan. Kedua, dengan melihat pola lonjakan di Indonesia selama 3 bulan, dan dari lonjakan di dunia juga India, Malaysia dan Jepang, waspada dan tetap disiplin prokes diharuskan agar Indonesia tidak mengalami lonjakan ketiga dalam beberapa bulan
Sehubungan dengan hal tersebut, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa perbaikan kondisi Pandemi Covid-19 terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga menimbulkan perasaan yang nyaman dan gembira pada masyarakat.
Reisa mengatakan kondisi pandemi Covid-19 yang terus membaik ini menjadi modal bagi Indonesia untuk bangkit dan lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang pandemi selanjutnya.
Semua pihak diminta untuk tidak lupa belajar dari kesalahan sebelumnya yang membuat Pandemi Covid-19 memburuk.
“Tetapi, jauh lebih tanggap menghadapi resiko Covid-19 dengan tetap ketat Prokes dan tetap gencar vaksinasi,” pungkasnya.