Menteng, Jakarta - Indonesia

PON XX Mendongkrak Ekonomi Papua

Oleh : Laurentius Lokbere )*

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX bukan sekadar pesta olahraga tetapi juga jadi ajang untuk mengerek perekonomian Papua. Di tengah pandemi, tetap terjadi surplus finansial di Bumi Cendrawasih, sehingga menunjukkan bahwa PON sangat berpengaruh positif pada warga Papua.

PON XX diadakan di Papua sejak awal Oktober lalu. Keberadaan PON menjadi sangat istimewa karena baru pertama kali diselenggarakan di Papua. Apalagi acara ini tetap diadakan di tengah pandemi, mengingat misinya untuk mempersatukan Indonesia dalam sebuah lomba berskala besar.

Selain mempererat persahabatan antar provinsi, PON XX juga mendongkrak perekonomian Papua. Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Muhammad Musaad menyatakan bahwa PON menaikkan ekonomi Papua sekitar 1,5%. Penyebabnya karena saat acara ini berlangsung, diiringi dengan Festival PON Kopi.

Musaad menambahkan, saat PON XX berlangsung, ada sekitar 7.000 orang tamu yang datang mengunjungi Papua, dan ada peredaran uang, sehingga roda perekonomian bergulir lagi dengan lancar. PON XX adalah ajang untuk memperkuat UMKM di Bumi Cendrawasih. Upaya yang dilakukan pemerintah ini tentu sangat menguntungkan bagi rakyat Papua.

Ketika ada festival maka UMKM juga dibantu pemerintah dengan menyediakan meja dan gerobak, serta fasilitas-fasilitas lainnya. Barang-barang ini masih boleh dipakai, bahkan setelah PON XX selesai. Sehingga mereka bisa memanfaatkannya untuk berjualan, dan tetap bertahan meski di tengah pandemi.

Selain itu, pemerintah juga membantu UMKM dengan memesan beberapa jenis suvenir pada mereka. UMKM asli Papua menggunakan kebudayaan dan kearifan lokal dalam suvenir yang diproduksi, sehingga makin eksotis. Produk-produk suvenir juga bisa dibeli secara online, sehingga penonton PON XX di luar Papua juga bisa memesannya.

Pemerintah juga memberikan pinjaman lunak kepada pengusaha UMKM yang disalurkan melalui Bank Papua, sejumlah 10 juta per orang. Pinjaman ini tanpa bunga sama sekali, karena bunganya ditanggung oleh pemerintah.  Dengan adanya stimulus ini maka diharap UMKM bisa menambah modal dan berdagang dengan semangat.

Diharap dengan berbagai fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, maka perekonomian di Papua naik kembali. Jadi mereka bisa melihat bahwa PON  XX bukan sekadar lomba olahraga, melainkan ajang untuk mempromisikan kekayaan alam di Bumi Cendrawasih, sekaligus menjadi penggerak agar finansialnya baik kembali.

Saat pandemi hampir semua sektor kena pukulan, termasuk pariwisata. Hal ini sangat berpengaruh bagi UMKM yang berjualan makanan di sekitar tempat wisata atau yang berjualan suvenir. Akan tetapi, dengan bantuan dari pemerintah saat PON XX diselenggarakan, mereka memiliki harapan baru untuk terus maju.

Produsen noken juga menjadi prioritas, bahkan Presiden Jokowi sendiri yang mendatangi para mama yang berjualan di depan panti asuhan di Papua. Beliau membayar dengan harga yang sangat tinggi untuk 2 buah noken, juga memesan kembali dalam jumlah besar. Tujuannya agar saat para atlet diberi medali di podium, juga bisa dikalungkan noken, sebagai simbol bahwa mereka pernah berlaga di Papua.

Perekonomian Papua memang terdampak saat pandemi, tetapi warganya tidak mau menyerah. Pengusaha UMKM di Bumi Cendrawasih tetap berusaha keras agar bisnisnya maju lagi. Mereka amat senang ketika ditolong oleh pemerintah dengan diberi meja dan pinjaman modal tanpa bunga.

Ketika ada festival yang diselenggarakan dalam rangka PON XX, maka para pedaganglah yang akan diuntungkan. Penyebabnya karena jualan mereka akan diserbu pembeli, dan mayoritas tamu dari luar Papua akan berbelanja suvenir serta oleh-oleh. PON XX bagi rakyat bukan sekadar tontonan, tetapi juga jadi ajang untuk menaikkan kembali perekonomian di wilayah Bumi Cendrawasih.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bandung