Menteng, Jakarta - Indonesia

Mengapresiasi Tambahan Anggaran Demi Kesuksesan PON XX Papua

Oleh : Sabby Kossay )*

Masyarakat mengapresiasi tambahan anggaran untuk Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua. Langkah tersebut ditempuh guna menyukseskan pelaksanaan acara olah raga nasional yang baru pertama kali diselenggarakan di bumi Cenderawasih.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan anggaran tambahan untuk Pekan Olahraga Nasional (PO) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI sebagai bentuk dukungan penuh terhadap PON maupun Peparnas.

Dukungan ini didasari oleh bentuk perjanjian kerja sama untuk kegiatan penyaluran bantuan pemerintah atas dana tambahan APBN yang ditanda tangani oleh Pelaksana Tugas (Plt). Asisten Deputi Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga (SIOR) Kemenpora Firtian Judiswandarta dan dari pihak PB PON dan Peparna diwakili, Doren Wakerkwa Jabatan, Ketua Hanan Panitia Besar Pekan Paralimpik Nasional (PB PEPARNAS XVI).

            Penambahan anggaran tambahan untuk PON XX dan Peparnas XVI atas permohonan dari Ketua PB PON XX yang juga Gubernur Papua Lukas Enembe kepada Presiden Joko Widodo. Setelah itu, peninjauan akan dilakukan oleh tim sehingga hasil terakhir dana tersebut senilai Rp 1,4 triliun untuk PON dan Rp 175 miliar untuk Peparnas.

            Rencana bantuan dana tambahan bersumber dari Bagan Akun Bendahara Umum Negara (BA BUN) untuk PB PON adalah sebesar Rp 715 miliar dan PB Peparnas Sebesar Rp. 116 miliar. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menuturkan, karena panjangnya proses, pihaknya harus berhati-hati jika menyangkut administrasi. Zainudin berpesan kepada teman-teman Kemenpora agar pelaksanaan PON XX Papua berjalan dengan sukses, baik sukses prestasi, penyelenggaraan dan administrasi.

            Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Keuangan, Kemendagri, BPKP dan LKPP, Polri dan Kejaksaan yang telah bersama membuat formula yang baik untuk pencairan dana tambahan PON tersebut yang aman dan tidak menghambat kegiatan.

            Itulah sebabnya, pihaknya mengundang kehadiran dari Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, agar membuat kita tenang, tetap hati-hati. Jangan sampai disaksikan Jamintel dan Dirtipikor Polri tapi kemudian pekerjaan kita sembrono.

            Yunus Wonda selaku Ketua Harian PB PON dan Peparnas, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpora yang telah memberikan perhatian yang besar kepada kami dalam persiapan pembangunan infrastruktur.

            Perlu diketahui bahwa nantinya, Gelaran PON Papua akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober. Pembukaan tersebut akan dihelat di Stadion Lukas Enembe. Upacara pembukaan akan mengikuti prosedur dan ketetapan laiknya ajang multievent lainnya.

            Gubernur Papua Lukas Enembe mengingatkan kepada panitia PON dan Peparnas, agar berhati-hati dalam mengelola anggaran perhelatan multi event nasional tersebut. Lukas tidak ingin pengelola dana PON dan Peparnas mesti berurusan dengan aparat penegak hukum setelah dua event nasional tersebut selesai.Dirinya juga menginstruksikan kepada instansi terkait di Pemprov Papua untuk mendorong percepatan penyelesaian venue PON. Sehingga dapat segera dilakukan uji tanding atlet di seluruh venue.

            Sementara itu, Presiden Jokowi telah mengeluarkan instruksi guna pelaksanaan PON XX dan Peparnas di Papua. Perhatian serius Jokowi atas 2 multicabang tersebut dituangkan dalam instruksi Presiden No. 4 Tahun 2021 tentang dukungan penyelenggaraan PON XX dan Peparnas tahun 2021.

            Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alexander Kapisa menuturkan, Jokowi sangat memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaan dan suksesnya penyelenggaraan PON dan Peparnas. Kapisa juga menuturkan, Inpres No. 4 berisi agar seluruh aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan PON di Papua dapat terlaksana baik secara aspek sosial, kesehatan dan keamanan.

Diperkirakan akan ada lebih dari tiga ribu orang bakal terlihat dalam persiapan PON XX di stadion dan juga tersebar di berbagai lokasil. Seribu penari asli Papua, dengan artis lokal daerah dan koreografer Papua juga akan dilibatkan untuk memeriahkan ceremonial tersebut.

            Sementara itu, penyelenggaraan cabang olahraga ekshibisi e-sports resmi dibuka di lapangan dalam ruangan hoki, arena hoki dan kriket di Doyo Baru Kabupaten Jayapura, Papua. Ajang tersebut tentu saja membawa pesan akan besarnya potensi industri ekosistem digital sebagai penguatan perekonomian nasional.

            Perhelatan PON dan Peparnas memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga pemerintah juga perlu turun tangan untuk membantu dari segi pembiayaan dan pembangunan fasilitas. Jika kedua hal tersebut telah terlaksana, optimisme akan kesuksesan PON Papua patut kita jaga.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta