Menteng, Jakarta - Indonesia

Marwah Negara, PB PON Jamin PON XX Papua Berlangsung Aman

Jakarta – Ketua Bidang II PB PON Roy Letlora menjamin pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021 di Papua akan berlangsung aman. Pasalnya, panitia PB PON XX sejak jauh-jauh hari sudah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“PON ini sudah mundur setahun. Isu keamanan ini sangat sensitif, kami sudah menyiapkannya 4 tahun lalu,” kata Roy dalam program acara dialog Elshinta, Selasa (21/9).

Menurut Roy, pengamanan PON XX tidak hanya melibatkan pihak kepolisian tapi juga TNI, Satpol PP, bahkan masyarakat asli Papua di sekitar venue PON serta melibatkan PAM Swakarsa. Pendekatan menggunakan PAM Swakarsa untuk merangkul dan mengantisipasi kelompok yang berbeda pendapat.

Pengamanan lainnya, kata Roy, menggunakan drone dan helikopter. Panitia dan relawan PON XX yang terlibat juga sudah melalui training Polda Papua. Tujuan training untuk mencegah indikasi terlibat kelompok terlarang.

Ia menambahkan, pengetatan keamanan juga dilakukan di pihak penonton dengan jumlah 25 persen seperti yang ditetapkan. Penonton menggunakan sistem ticketing online. Sistem online dimaksudkan untuk mendeteksi penonton yang masuk. Aparat keamanan akan menyisir penonton apakah masuk dalam daftar orang yang diwaspadai hingga dicekal.

“PON XX Papua adalah Marwah negara. Kami sangat hati-hati mengelola PON ini. PON Papua bukan hanya PON prestasi, tapi Papua bagian NKRI. Kami ajak seluruh saudara kami di Papua, mari sukeskan PON Papua 2021,” tuturnya.

Terkait kejadian penyerangan yang dilakukan kelompok separatis teroris (KST) Papua terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menurut Roy, lokasi tersebut sangat jauh letaknya dari tempat penyelenggaraan PON. Meski demikian, Roy menyebut hal itu sebagai warning, pengalihan agar pihak keamanan fokus Distrik tersebut.

Roy mengatakan, gerakan yang dilakukan kelompok tersebut sengaja dibuat karena isu Papua sangat sensitif untuk di dalam dan luar negeri. Terlebih pada pembukaan PON ada 16 negara yang hadir. Dengan demikian, isu dibuat untuk perhatian negara lain.

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menyatakan BIN terus mengantisipasi berbagai perubahan dan perkembangan yang ada termasuk pengamanan untuk atlet dan peralatan pendukung keamanan.

“Monitoring dan jumlah pengamanan ditingkatkan dan antisipasi adanya gangguan lainnya,” kata Wawan.

Upaya lainnya, menurut Wawan, kerja sama dengan steakholder, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk mendeteksi dini. Bagaimana BIN dengan sistem reguler alternatif dan emergency memastikan tidak ada gangguan dalam pelaksaan PON yang diliput banyak pihak termasuk luar negeri.

“Kita tidak ingin kenyamanan atlet terganggu. Kita harapkan berjalan sesuai dengan harapan kita,” tutur Wawan.

Wawan mengatakan, pihak aparat keamanan melakukan penyisiran dari waktu ke waktu agar lokasi penyelenggaraan PON betul-betul steril. Pemerintah juga mendorong literasi untuk menyukseskan perhelatan PON yang masuk kategori langka.

“Ini ajang bergengsi bahwa sukess PON jadi acuan untuk saudara kita yang lain. Mereka merasa memiliki, sukses bukan hanya sisi keamanan juga cabang olahraga. Mohon dukungan dari semua pihak, steakholder, dan masyarakat. Jaga kondusifitas dan nama besar saudara kita, tamu dari berbagai kalangan. Lepaskan pemikiran dan perbedaan. Pada dasarnya PON kepentingan nasional, kepentingan menuju arah bersatu, perbedaan yang ada menuju merekatkan kerukunan sebagai umat manusia seutuhnya. Semangat persatuan,” ujar Wawan.