Menteng, Jakarta - Indonesia

Data Masyarakat pada PeduliLindungi Tetap Aman

Isu kebocoran data pada aplikasi PeduliLindungi mendominasi pemberitaan pada 24 jam terakhir.
Dalam isu tersebut dibahas beredarnya sertifikat vaksinasi Presiden Joko Widodo yang berisi data pribadi lengkap seperti NIK, tanggal vaksinasi, serta nomor batch vaksin yang diduga bocor dari aplikasi PeduliLindungi.

Menyikapi hal tersebut, Menkomarves, Luhut B. Pandjaitan, menjamin data masyarakat di aplikasi PeduliLindungi aman dari kebocoran karena penyimpanan data dilakukan Kominfo dan penanganan keamanan data dibantu BSSN.

Luhut juga mengatakan bahwa Pemerintah akan terus mengambil langkah-langkah perbaikan agar kelancaran penggunaan PeduliLindungi ini semakin baik.

Sementara itu, CEO Digital Society-IoT Consultant, Nugroho, S.Kom., M.Kom.MM, mengatakan bahwa dirinya mengamini pernyataan dari pemerintah yang menjamin keamanan data vaksinasi covid-19 di aplikasi peduliLindungi.

“Saya mengamini pernyataan dari pemerintah yang berani menjamin keamanan data vaksinasi cov-19 di aplikasi PeduliLindungi. Isu terkait kebocoran data vaksinasi hanya hoax belaka yang bertujuan untuk membuat resah masyarakat”, ujar Nugroho.

Ditempat terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati, juga turut menjamin bahwa data publik yang terdapat pada sistem E-Hac PeduliLindungi tetap aman, tidak ada data yang mengalir ke pihak lain.

“data masyarakat di sistem E-Hac PeduliLindungi tetap aman, tidak ada data yang mengalir ke platform mitra maupun pihak ketiga”, ujar Widyawati.