Menteng, Jakarta - Indonesia

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data Ehac

Oleh : Alfian Faruq )*

Publik sepat dihebohkan karena ada isu penjualan data penduduk oleh hacker. Namun pemerintah sudah menjamin bahwa tidak ada kebocoran data pada aplikasi Ehac, sehingga mereka bisa mengunduh dan menggunakannya tanpa perlu khawatir akan terjadi peretasan.
Digitalisasi data adalah hal yang baru di Indonesia selama beberapa tahun ini. Dengan pencatatan secara digital maka kelebihannya adalah data lebih cepat masuk dan tertata rapi, sehingga dengan mudah ditemukan hanya dengan beberapa kali klik. Selain itu, bisa untuk mencegah adanya pencatatan data double dan miskomunikasi.

Dengan adanya aplikasi maka digitalisasi data akan lebih mudah, karena masyarakat tinggal men-download lalu mengisinya dengan data pribadi. Akan tetapi mereka jadi ketakutan karena ada isu ketika hacker meretas dan membocorkan data banyak orang di Indonesia, lalu menjualnya ke beberapa pihak dengan bayaran mata uang kripto.

Akan tetapi hal ini tidak terjadi di kartu digital Ehac, yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan bahwa tidak ada upaya pengambilan data pada server Ehac. Hal ini disimpulkan setelah ada penyelidikan yang dilakukan oleh polisi siber, terhadap Kementerian Kesehatan dan mitranya. Aplikasinya pun aman digunakan oleh masyarakat.

Irjen Pol Argo melanjutkan, ketika terbukti tidak ada kebocoran data maka bantuan dari polisi siber dihentikan. Dalam artian kasus sudah dinyatakan selesai karena dugaan peretasan terhadap aplikasi Peduli Lindungi sebagai ‘rumah’ bagi Ehac, tidak benar.
Jika polisi sudah mengadakan penyelidikan dan hasilnya adalah Ehac tidak diretas, maka ia dipastikan sangat aman. Publik bisa mengunduh aplikasi Peduli Lindungi dan mengisi kartu Ehac, tanpa takut datanya akan dicuri atau dijual oleh hacker. Sehingga ia bisa melakukan perjalanan dengan aman di masa pandemi, karena saat akan naik pesawat harus memperlihatkan aplikasi tersebut.

Ehac alias electronic health alert card diciptakan agar pelaku perjalanan, baik domestik maupun internasional, tercatat data-data pentingnya. Kartu ini terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi, sehingga dengan menunjukkan gawai, maka seseorang bisa terlihat bahwa ia sudah vaksin atau belum.

Memang suatu aplikasi yang baru launching masih rawan akan beberapa gangguan, karena ada yang masih versi beta atau versi awal, sehingga terlihat ada bug atau error yang lain. Kelemahan ini bisa diperbaiki pada versi selanjutnya dan akan terus disempurnakan, agar para penggunanya nyaman saat memakainya. Sehingga makin banyak yang mengunduhnya maka makin sedikit keluhan yang muncul di tampilan Google Playstore.

Namun aplikasi Peduli Lindungi terbukti aman dan tidak ada kebocoran data sama sekali, dan makin disempurnakan oleh developernya. Penyebabnya karena dalam aplikasi tersebut ada banyak data penting seperti NIK yang harus diproteksi. Jangan sampai NIK bocor dan akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena ada penyalahgunaan data.

Kita bisa mengunduh Peduli Lindungi dan mengisi data di Ehac dengan lengkap dan benar, sehingga bisa diketahui status kesehatan, domisili, NIK, dll. Ketika akan masuk mall maka bisa melenggang dengan bebas karena sudah ada bukti kartu vaksin dalam bentuk digital, di aplikasi tersebut. Juga saat akan naik pesawat, Ehac dan Peduli Lindungi adalah duo yang wajib ditunjukkan kepada petugas.

Tidak ada bukti peretasan terhadap data-data di kartu digital Ehac, sehingga aplikasi Peduli Lindungi dinyatakan aman. Kita bisa mengisi data di sana tanpa takut akan bocor lalu tersebar di sosial media. Jangan takut untuk mengunduh dan mengisi data-datanya dengan benar.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bekasi