Menteng, Jakarta - Indonesia

Presiden Joko Widodo Serius Menangani Persoalan Bangsa dan Tidak Anti Kritik

Presiden Joko Widodo bersama jajaran pemerintahannya sangat serius menangani pandemi COVID-19. Keseriusan ini, menurut Jokowi dilakukan sejak awal munculnya kasus COVID-19 di Indonesia. “Dalam menghadapi pandemi COVID-19 sekarang ini, pemerintah sejak awal sangat serius melakukan langkah-langkah [penanganan].

Jokowi mengatakan langkah-langkah penanganan yang telah serius dilakukannya mulai dari sisi kesehatan seperti fokus mengejar vaksinasi. Selain itu, pemerintah juga fokus pada program perlindungan sosial untuk mengurangi beban masyarakat terdampak, terutama masyarakat tidak mampu sampai melaksanakan program pemulihan nasional.

Menurut Jokowi meski pandemi COVID-19 di Indonesia masih ada, tetapi tidak boleh menjadi penghambat reformasi dan transformasi struktural ekonomi. Ia memastikan pemerintah terus mereformasi dan trasformasi ekonomi. “Pandemi tidak boleh menjadi penghambat reformasi tersebut, justru harus kita manfaatkan momentumnya untuk mempercepat reformasi struktural,” kata Jokowi. Menurut Jokowi upaya reformasi struktural ekonomi sudah dilakukan dengan beragam cara.

Salah satu metode yang dilakukan adalah pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja dan regulasi turunan. Semua, kata Jokowi dilakukan dengan menargetkan perubahan struktur ekonomi dari konsumtif ke produktif, terutama upaya menggaet investasi sebagai upaya pemulihan dan penguatan pertumbuhan ekonomi. “Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan oleh konsumsi masyarakat, harus perlahan kita alihkan menjadi lebih ke produksi, ke produktif, yakni dengan mendorong industrialisasi, hilirisasi, investasi, dan meningkatkan ekspor,” kata Jokowi. “Terlebih dalam kondisi pandemi seperti saat ini, investasi merupakan kunci utama dalam pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi,” lanjut Jokowi.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meluruskan pandangan sebagian pihak terkait tudingan Presiden Joko Widodo (Jokowi) anti kritik. Menurut Moeldoko, Jokowi tidak pernah pusing dengan kritik. Namun, ia menyampaikan catatannya.

“Presiden sangat terbuka, tidak pernah pusing dengan kritik. Tapi beliau selalu sisipkan sebuah kalimat indah. Kita orang timur memiliki adat, jadi kalau mengkritik sesuatu ya beradab,” tutur Moeldoko kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 18 Agustus 2021.

Moeldoko mengatakan, pemerintah mempersilakan penyampaian kritik, namun tetap dengan cara yang mengusung tata krama sesuai budaya timur. “Tata krama ukuran-ukuran budaya kita itu supaya dikedepankan, bukan hanya selalu berbicara antikritik, tetapi cobalah lihat cara-cara mengkritiknya,” lanjut dia dilansir Antara.

Ia juga menyebut banyak pihak yang menyamakan kritik dengan fitnah, padahal dua hal tersebut sangat berbeda. Selain itu, ia juga menyayangkan jika terdapat banyak pihak yang memprovokasi situasi jika terdapat kritik yang disampaikan ke pemerintah. “Banyak tokoh-tokoh kita yang tidak memberikan pendidikan terhadap mereka-mereka itu (pemberi kritik), justru terlibat di dalamnya untuk memperkeruh situasi, janganlah seperti itu,” paparnya. (*)