Menteng, Jakarta - Indonesia

Pemerintah Maksimalkan Vaksinasi Covid-19 Atlet PON XX

Oleh : Moses Waker )*

Pemerintah terus maksimalkan vaksinasi untuk atlet yang akan bertanding dalam Pekan Olah Raga (PON) XX di Papua. Upaya ini dilaksanakan guna mewujudkan PON XX yang aman dan sehat.

Masyarakat Papua gembira ketika Papua dipiih menjadi tuan rumah PON karena baru pertama kalinya lomba olahraga ini diadakan di Bumi Cendrawasih. Namun panitia harus memendam kekecewaan karena ternyata tahun 2020 ada pandemi, sehingga acara ini ditunda setahun. Setelah mengalami delay ternyata tahun 2021 juga masih pandemi.

Kondisi pandemi membuat panitia memikirkan berbagai cara agar PON XX terselenggara dengan aman, baik dari sektor fisik, ekonomi, maupun kesehatan. Mereka tentu tidak ingin acara ini membuat kluster Corona baru dan sebagai antisipasi, kemungkinan lomba diselenggarakan tanpa penonton, untuk meniadakan kerumunan. Hal ini merujuk pada Olimpiade Tokyo 2020.

Selain wajib pakai masker, atlet juga wajib divaksin sebelum bertanding, karena mereka sering melakukan kontak fisik di tengah arena pertandingan. Sehingga diharap jika sidah divaksin, tidak akan tertular atau menularkan Corona. Kita juga tidak tahu siapa di antara mereka yang berstatus OTG sehingga vaksinasi adalah sebuah kewajiban untuk mencegah hal buruk terjadi.

Marciano Norman, Ketua Umum KONI Pusat menyatakan bahwa sudah ada 70% atlit dan ofisial yang mendapatkan 2 kali suntikan vaksin. Diharap pada akhir agustus, semuanya sudah diinjeksi, karena ada pertandingan yang dilakukan lebih awal (di bulan september). Padahal pembukaan PON secara resmi baru bulan oktober 2021.
Injeksi vaksin untuk para atlet dan ofisial merupakan fasilitas dari pemerintah, karena seluruh WNI memang wajib mendapatkan vaksinasi dan gratis 100%. Para atlet diutamakan bukan karena status atau popularitas, melainkan untuk mencegah terbentuknya kluster PON. Kita tentu tidak mau pesta olahraga ini berakhir dengan tragis karena banyak korban, bukan?

Selain itu, ofisial juga disuntik vaksin karena merekalah yang selalu berkontak dengan para atlet. Jadi lingkungan terdekat atlet sudah terlindungi oleh vaksin dan diharap bisa membentuk kekebalan komunal, sehingga di antara peserta PON XX tidak ada yang kena Corona.

Marciano menambahkan, untuk warga di sekitar arena PON XX sudah mencapai 40%. Purnawirawan ini menginginkan agar ada percepatan, sehingga vaksinasi bisa selesai sebelum bulan oktober. Sehingga akan benar-benar aman dari Corona, baik di dalam maupun luar GOR atau arena pertandingan cabang olahraga lain.

Vaksinasi amat penting karena jangan sampai rakyat Papua banyak yang kena Corona pasca PON XX. Pesta olahraga ini bagus untuk meningkatkan sportivitas dan kekompakan WNI, tetapi perlu untuk meminimalisir segala kemungkinan terburuk, termasuk terbentuknya kluster baru. Sehingga warga di sekitar arena PON juga mendapatkan vaksinasi, agar 100% aman di lingkungan tersebut.

Selain itu, vaksinasi adalah bentuk tanggungjawab pemerintah terhadap keamanan dan kesehatan rakyat Papua. Sehingga mereka tidak akan menderita karena Corona, tetapi bisa menyaksikan pertandingan PON XX dengan aman, tanpa takut dibayang-bayangi teror penyakit mengerikan ini. Pemerintah sangat perhatian kepada warga di Bumi Cendrawasih dan menjaga agar mereka tetap sehat.

Setelah vaksinasi maka langkah selanjutnya adalah menjaga protoko kesehatan. Semua orang wajib pakai masker (kecuali jika sedang bertanding karena akan susah bernafas), rajin cuci tangan, dan menjaga jarak. Wartawan yang meliput juga tidak boeh berdesakan agar bisa menerapkan physical distancing.

Vaksinasi untuk para atlet dan offisial di PON XX adalah ikhtiar untuk menjauhkan acara ini dari ganasnya Corona, mengingat diaksanakan pada masa pandemi. Pemerintah sangat serius untuk mensukseskan PON tanpa mengabaikan protokol kesehatan, sehingga seuruh rangkaian acara dipastikan aman.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo