Menteng, Jakarta - Indonesia

Apkam Tangkap DPO Pemasok Logistik KST Papua

Oleh : Rika Prasatya

Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi berhasil menangkap buron yang masuk daftar pencarian orang (DPO), Kopengga Enumbi yang diduga menjadi pemasok kebutuhan logistik Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua. Penangkapan itu dilakukan pada 3 Agustus 2021,di Kampung Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, menyatakan bahwa selama ini Kopengga Enumbi alias Tamu Enumbi berperan dalam memenuhi kebutuhan logistik bagi pergerakan KST di Distrik Yambi di bawah pimpinan Lekagak Telenggen.

Keberhasilan aparat keamanan menangkap DPO pemasok logistik perlu diapresiasi, karena telah mengakhiri pelarian dan memutus pasokan logistik KST Papua dibawah pimpinan Lekagak Telengggen. Selain itu pelakunya yang juga terlibat pencurian senjata senjata di Pospol Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya, merupakan
adik kandung dari Lerimayu Enumbi yang memiliki posisi penting di kelompok Lekagak Telenggen.

Penangkapan pemasok logistik dapat menjadi langkah antisipasi terhadap jaringan keluarga yang salah anggota terlibat dalam KST Papua. Bukan tidak mungkin adanya keterlibatan keluarga yang mendukungan juga berperan sebagai penyandang dana KST Papua. Seperti DPO Kopengga Enumbi dimana sejak 5 Desember 2018, kerap memenuhi kebutuhan kelompok Lekagak Telenggen.

Sebelumnya, aparat keamanan juga berhasil menangkap kaki tangan Lekagak Telenggen, Yoniku Murib alias Mbobugu. Setidaknya ada 10 kejahatan yang diketahui Mbobugu, yang telah dilakukan KST Papua pimpinan Lekagak Telenggen, diantaranya pembakaran dan perusakan sarana dan prasarana, penyanderaan pesawat, dan penembakan warga sipil

Aksi KST Papua sudah cukup meresahkan dan mengganggu stabilitasa keamanan baik di Papua. Mereka sengaja mengacaukan situasi di Papua dengan tujuan memerdekakan diri. Dalam upaya memulihkan keamanan dan menumpas gerakan KST di Papua ini pemerintah telah membentuk Satgas Nemangkawi yang merupakan operasi gabungan personel TNI-Polri.

Satgas Nemangkawi setidaknya telah memberi catatan prestasi keberhasilan dalam memberikan perlindungan masyarakat maupun pemberantasan KST Papua.Dengan adanya Satagas Nemangkawi dapat menguatkan sinergitas TNI-Polri dalam memberangus kelompok teroris itu. Dalam perjalannya, sudah ditangkqp 105 orang KST Papua maupun kelompok pendukung kelompok itu.

Penangkapan Kopengga Enumbi dan kaki tangan Lekagak Telenggen merupakan bagian dari operasi penuntasan kelompok separatis di Papua. Satgas Nemangkawi akan terus bersinergi dan menindak tegas KST yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua.

Masyarakat Indonesia, khususnya warga Papua diharapkan terus mendukung tindakan tegas aparat TNI – Polri dalam membasmi KST dan para pendukungnya demi terciptanya kedamaian di Bumi Cendrawasih. Sinergitas masyarakat bersama aparat keamanan sangat diperlukan untuk mempercepat pemberantasan KST untuk keberlangsungan pembangunan di Papua.

*Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)