Menteng, Jakarta - Indonesia

Program Kartu Prakerja Memberikan Banyak Manfaat

Oleh : Adiba Kusumaningtyas )*

Pemerintah terus mengoptimalkan kartu Prakerja di tengah pandemi Covid-19. Keberadaan kartu tersebut dianggap efektif karena mampu meningkatkan keterampilan pencari kerja. 

Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi terkait dengan pelaksanaan prograk Kartu Prakerja. Program semi bansos tersebut dinilai simultan dalam melakukan perbaikan tata kelola, transparan dan dapat menjadi contoh bagi program lain.

Airlangga menuturkan bahwa Pimpinan KPK menilai program Kartu Prakerja dapat menjadi contoh best practice dalam mengelola suatu program besar dengan lingkup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan meminimalisir banyak persoalan. Program ini tentu saja bisa menjadi pilot project bagi program-program lainnya.

            Dirinya menambahkan, pemerintah telah membuka gelombang 18 untuk 800 ribu orang. Kuota per provinsi dibobot menurut jumlah pengangguran, kasus covid-19 dan lowongan pekerjaan sama seperti sebelumnya. Mempertimbangkan aspek pemerataan, ke depannya kuota akan dibagi secara proporsional. Program tersebut dinilai inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

            Sosialisasi program tersebut juga semakin baik, terbukti pada 2020 penerima program kartu prakerja dari wilaah Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua relatif kecil, namun pada semester 1 tahun 2021 mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk Pemerintah Daerah (Disnaker, Disperin, Disdag, Dispar, DiskopUKM) tetap mengikuti Surat Edaran Mendagri No. 560/2020 tanggal 13 April 2020 tentang Pelayanan Pendaftaran Kartu Prakerja untuk memberikan bimbingan, pendampingan pendaftaran, serta fasilitas alat elektronik dan akses internet.

            Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga akan bekerja sama dengan KADIN/APINDO dan BP2MI dalam memberikan pendampingan pada para manajer HRD dan perangkat UPT BP2MI Daerah agar dapat mengarahkan pekerja yang terkena PHK dan PMI Purna untuk mendaftar program Kartu Prakerja secara online.

            Pendaftar Program Kartu Prakerja terbuka bagi semua warga negara Indonesia (WNI) yang berumur 18 tahun ke atas, baik pencari kerja, lulusan baru, korban PHK, karyawan maupun pelaku wirausaha namun tidak tercatat di DTKS Kemsos, bukan penerima BSU, BPUM, bukan TNI/Polri, ASN, Kepala Desa/Perangkat Desa, Komisaris BUMN/BUMD, Anggota DPR dan DPRD.

            Adapun skema program Kartu Prakerja semester II 2021 yakni bantuan pelatihan sebesar Rp 2,4 juta yang akan diberikan sebesar Rp 600 ribu selama 4 bulan; dana insentif pengisian 3 survei sebesar Rp 150 ribu yang dibayarkan sebesar Rp50 ribu setiap survei.

            Selain itu, demi pemerataan, setiap KK dibatasi maksimal dua anggota keluarga dan mereka yang sudah pernah menerima tidak dapat lagi menjadi penerima. Kemudian penerima Kartu Prakerja dapat memilih pelatihan yang ditawarkan oleh ratusan Lembaga Pelatihan yang dapat diakses melalui 7 platform digital.

            Pendaftaran Program Kartu Prakerja hanya bisa dilakukan melalui situs resmi Program Kartu Prakerja di www.prakerja.go.id dengan update informasi yangg bisa dilihat pada akun instagram @prakerja.go.id. Untuk menjamin melindungi masyarakat dari penipuan yang mengatasnamakan Program Kartu Prakerja dan Bareskrim Polri untuk bekerja sama dan melakukan pendampingann keamanan sistem sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman dan lebih baik.

            Perlu diketahui bahwa program kartu prakerja tidak hanya berfokus kepada pelatihan siap kerja, tetapi juga pelatihan kewirausahaan untuk mereka yang ingin memulai usahanya secara mandiri.

            Sebelumnya, presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa program prakerja memang diperuntukkan bagi siapa saja yang baru lulus SMA, perguruan tinggi, bahkan untuk siapapun yang drop out dari sekolahnya.Saat ini ada 1.700 macam pelatihan melalui program Kartu Prakerja. Ribuan pelatihan tersebut disediakan oleh 165 lembaga pelatihan.

            Merujuk dari jumlah yang tersedia tersebut, peserta program diperbolehkan untuk memilih jenis pelatihan yang diminati atau yang menunjang bakat yang dimiliki. Di zaman yang penuh kompetisi ini, jika skill kita tidak diperbaiki tentu akan hilang.Pemerintah memberikan prioritas program kartu prakerja untuk para pencari kerja muda, namun tidak untuk yang sedang menempuh sekolah atau sedang duduk di bangku kuliah.

            Program Kartu Pra Kerja tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga peluang bagi banyak masyarakat yang kesulitan dalam mencari pekerjaan, selain itu kartu pra kerja juga memfasilitasi penggunanya untuk mendapatkan akses pelatihan di mana pelatihan tersebut berguna ketika melamar pekerjaan.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini