Menteng, Jakarta - Indonesia

Ketersediaan Tempat Tidur RS Semakin Banyak

Oleh : Zakaria )*

Ketersediaan ranjang di Rumah Sakit makin banyak dan ini akibat dari turunnya jumlah pasien corona. Berita baik ini patut disebarluaskan karena kita bisa optimis dalam melawan corona.

Saat pandemi, Rumah Sakit menjadi tempat yang paling ramai karena dijejali oleh pasien corona. Mereka bahkan berebut ranjang dan tabung oksigen agar bisa bertahan hidup. Semua orang dipaksa untuk sabar dan yang hanya menunjukkan gejala ringan diharap untuk isolasi mandiri di rumah saja.

Akan tetapi situasi buruk ini sudah berlalu. Di Karawang, ketersediaan bed (BOR) di Rumah Sakit makin banyak. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara tim satgas covid Karawang Dokter Fitra Hergyana Sp.KK. Menurutnya, BOR menurun karena efek dari PPKM, dan di Karawang masuk dalam PPKM level 3.

Sementara itu angka kesembuhan pasien di Karawang 37.673. Angka ini sangat bagus karena dari banyaknya pasien covid, yang tidak selamat hanya sekitar 4%. Sehingga mereka yang sembuh akan bisa beraktivitas seperti biasa dan tak lagi takut terancam nyawanya saat dirawat di RS atau isolasi mandiri.

Untuk skala nasional, BOR di seluruh Indonesia menurun jadi hanya 61,95%. Hal ini sangat baik karena pada awal agustus, BOR mencapai 77%, dan sebulan kemudian bisa benar-benar ditekan. Ketersediaan bed yang makin banyak adalah sebuah prestasi, karena pengetatan mobilitas saat PPKM membuat masyarakat stay at home dan mereka tidak tertular corona dari jalanan.

Dokter Fitra melanjutkan, walau ‘hanya’ PPKM level 3 di Karawang dan tingkat keterisian bed di RS menurun, tetapi tidak boleh lengah. Masyarakat harus menaati protokol kesehatan 10M, menaati vaksinasi, dan melakukan 3T (tracing, testing, dan treatment). Tracing dilakukan untuk menelusuri OTG berkontak dengan siapa saja, sehingga makin banyak yang akan dites rapid agar tahu statusnya positif corona atau tidak.

Sementara testing dilakukan tak hanya di tempat umum, tetapi sampai masuk ke kampung-kampung. Tim satgas dengan sigap akan melakukan tes rapid, sehingga tahu seberapa banyak masyarakat yang kena corona. Penyebabnya karena masih banyak yang belum paham bahwa ia sebenarnya terjangkit virus covid-19 dan dikiranya flu dan demam biasa.

Untuk treatment, pemerintah memberikan obat dan vitamin gratis bagi pasien covid yang sedang isolasi mandiri. Paket obat ini sangat berguna karena tidak semua orang mampu membelinya sendiri. Jika mereka punya uang maka tidak bisa pergi ke apotik sendiri karena sedang isolasi, dan tak semua saudara atau tetangga mau dimintai tolong karena takut akan ketularan.

Ketika banyak ranjang di RS yang mulai kosong maka masyarakat bisa lega karena memiliki harapan untuk mengakhiri pandemi dengan lebih cepat. Namun jangan lengah karena corona varian delta masih mengganas dan bisa menular 2 kali lebih dahsyat, sehingga masih harus menaati protokol kesehatan 10M dan menjaga imunitas tubuh. Jangan sampai malas pakai masker lalu kena corona dan mati merana.

Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Walau BOR menurun, kita tidak mau jadi pasien berikutnya, bukan? Selain menaati protokol kesehatan, imbangi juga dengan olahraga ringan di rumah dan mengkonsumsi makanan bergizi. Jika perlu minum multivitamin, madu, dan rebusan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Ketika ketersediaan bed di RS makin banyak, maka menunjukkan bahwa angka kesembuhan pasien covid meningkat dan yang meninggal karena corona makin sedikit. Namun jangan lengah dan harus menerapkan protokol kesehatan 10M dengan ketat.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute