Menteng, Jakarta - Indonesia

Urgensi TNI-POLRI Berantas Teror KST Papua

Pada hari senin minggu lalu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama dengan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dan Kapolda Irjen Pol Tornagogo Sihombing, melepas kepulangan 212 warga Distrik Moskona Barat dari lokasi pengungsian di Kabupaten Teluk Bintuni.

Kepulangan 212 warga dari lokasi pengungsian itu, setelah teror penembakan KST, 16 Juli di wilayah Distrik Moskona Barat.
“29 kepala keluarga yang terdiri dari 212 jiwa ini akan kembali ke Distrik Moskona Barat pasca teror penembakan di daerah itu,” ucap Dominggus

Lebih lanjut, Dominggus berharap setelah kembali ke kampung halamannya, masyarakat Moskona Barat dapat beraktivitas seperti biasa, dan serahkan situasi keamanan wilayah kepada aparat TNI-Polri yang bertugas.

“Kembali dan beraktivitas seperti biasa, dukung program Pemerintah untuk membangun Distrik Moskona Barat,” tambahnya.

Ditempat terpisah, peneliti Papua dari Lesperssi, Jim Peterson mengatakan bahwa aksi teror yang telah dilakukan oleh KST Papua di Moskona Barat harus ditindaklanjuti sesegera mungkin. Sebab mata dunia internasional sedang tertuju ke pegelaran PON XX Papua. TNI-POLRI dan BIN perlu menindak tegas berbagai aksi teror yang dilakukan oleh kelompok separatis teroris (KST) Papua dalam upaya mewujudkan rasa aman di Bumi Cendrawasih, sehingga pagelaran PON XX dan program pemerintah pusat dalam pemerataan pembangunan dapat berjalan lancar.

Lebih lanjut Jim menambahkan bahwa selama ini aksi teror KST telah menghambat pembangunan dan kemajuan di Papua, sehingga kesejahteraan dan peningkatan SDM di tanah Papua menjadi tidak tercapai.

“Selama ini aksi teror KST telah menghambat pembangunan dan kemajuan di Papua, sehingga kesejahteraan dan peningkatan SDM di tanah Papua menjadi tidak tercapai”, ujar Jim Peterson.