Menteng, Jakarta - Indonesia

Vaksinasi dan Disiplin Prokes Efektif Mencegah Penularan Covid-19

Prof. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Anggota Tim Pakar Medis Satgas COVID-19, mengatakan Virus COVID-19 adalah virus yang mudah berubah. Menurut dia, varian of concern bagi ada dua jenis, yakni varian Alfa (B.1.1.7) dan Delta (B.1.617). Kendati varian baru tersebut, penyebaran masif yang terjadi saat ini juga diperburuk dengan kurangnya kedisiplinan protokol kesehatan oleh masyarakat. “Tetapi di samping mutasi virus, terjadinya lonjakan kasus juga karena adanya kerumunan,” ungkap dia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ini juga menambahkan, vaksin COVID-19 sendiri sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus COVID-19 terutama Alfa dan Delta. Karenanya, dia mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah. “Karena dengan 40-50% cakupan vaksinasi COVID-19 di negara-negara Eropa, mereka sudah berani mengadakan piala Eropa di 2021,” imbuh Mahardika.

Senada, Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran mengatakan, COVID-19 diakuinya berdampak hebat. Apabila terinfeksi virus tersebut, maka fatal akibatnya. “Sehingga kita harus benar-benar menghindarinya. Selain kita harus disiplin menegakkan protokol 5M, maka untuk melengkapinya kita harus divaksinasi,” tegas Kusnandi

Vaksin COVID-19, sambung Kusnandi, dinilai sudah efektif dalam memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan. Kalaupun terinfeksi, jika sudah mendapat vaksinasi, mampu mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian bagi penderitanya. “Ia berpesan agar masyarakat jangan takut divaksinasi tapi harus takut dengan virusnya,” harap dia..

Kusnandi mendorong, masyarakt luas harus memberi pemahaman kepada sesamanya terkait kejahatnya COVID-19 melalui fakta. Melalui fakta, dia percaya, banyaknya kesakitan dan kematian akibat COVID-19 akan menumbuhkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi.

Menyambung hal terkait, Hermawan Saputra, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, menyebutkan kondisi saat ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar supaya kita memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai kampung di pelosok. “Pemerintah harus mampu memberdayakan sumber daya hingga ke desa-desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat,” pesannya.

Hermawan pun mengimbau agar mengaktifkan gotong-royong di lingkup komunitas dan membuat ruang isolasi mandiri di tingkat komunitas. “Ini upaya yang bisa meringankan beban rumah sakit kita yang saat ini mulai penuh terutama di pulau jawa,” dia menandasi. (*)