Menteng, Jakarta - Indonesia

Perpanjangan PPKM Efektif Turunkan Kasus Baru Covid-19

Oleh : Ismail )*

PPKM diperpanjang sampai 9 Agustus 2021 karena efektif  menekan angka pasien Corona. Jika pasien Covid terus menurun maka Indonesia dapat segera lepas dari pandemi dan perekonomian rakyat akan kembali pulih.

Untuk mengatasi naiknya kurva pasien Corona maka pemerintah memberlakukan PPKM mulai tanggal 5 Juli 2021. Saat ada PPKM maka mobilitas diatur secara ketat dan ada penyekatan, serta beberapa aturan lain. Misalnya wajib work from home untuk sektor pekerja esensial, school from home untuk para siswa, dll. Saat PPKM hampir berakhir maka dilanjutkan dengan PPKM level 4 jilid 1.

Tanggal 2 Agustus 2021, Presiden Jokowi menyatakan untuk memperpanjang PPKM level 4 lagi (jiid 2) hingga tanggal 9 agustus 2021. Keputusan ini diambil untuk menurunkan kasus Corona. Menurut Presiden Jokowi, perpanjangan dilakukan karena ada up and down. Di pulau Jawa, kasus Corona menurun sedangkan di luar Jawa sebaliknya.

Presiden Jokowi menambahkan, PPKM level 4 diberlakukan lagi karena kita semua wajib waspada untuk menanggulangi dampak pandemi, karena ada fluktuasi jumlah pasien Corona. Selain itu, beliau juga mengapresiasi para relawan dan dermawan yang ikut memfasilitasi untuk tempat isolasi mandiri, menegakkan protokol kesehatan, dan upaya lain untuk melawan virus Covid-19.

Sebenarnya masyarakat sudah menduga jika PPKM level 4 akan diperpanjang lagi. Akan tetapi mereka lega ada sedikit kelonggaran, dalam artian agar sektor ekonomi ambruk saat ada pembatasan mobilitas. Sama seperti periode sebelumnya, sudah boleh makan di tempat (di warung) sehingga pemilik tempat makan boleh membuka usahanya, walau dibatasi sampai jam 9 malam.

Selain itu, penyekatan di berbagai perbatasan antar kota/kabupaten agak dilonggarkan, khusus di daerah yang berstatus PPKM level 3 alias jumlah pasien Covidnya mengalami penurunan. Sehingga masyarakat bisa berkendara lagi, tetapi harus diingat bahwa mereka hanya boleh melewati jalanan untuk urusan pekerjaan atau hal mendesak lain, bukannya jalan-jalan.

Semua kompromi ini dilakukan untuk menaikkan sektor perekonomian tetapi wajib diingat untuk menaati aturan dalam PPKM level 4. Penyebabnya karena program ini dilakukan untuk menekan angka pasien Corona. Jika semua tidak tertib maka takut akan melonjak lagi. 

Namun kita agak lega karena pada PPKM periode sebelumnya terbukti bisa menurunkan jumlah pasien Covid. Ketika tanggal 25 juli 2021 yang kena Corona mencapai lebih dari 34.000 orang, maka tanggal 1 agustus 2021 agak menurun jadi 30.000 pasien. Inilah bukti bahwa pembatasan mobilitas efektif untuk menekan kasus Covid di Indonesia.

Selain itu, ketika PPKM diberlakukan maka BOR (jumlah keterisian ranjang di Rumah Sakit) juga mengalami penurunan. Di Tangerang, pada akhir juni 2021 BOR masih 93%, sedangkan pasca PPKM BOR tinggal 85%. Hal ini sangat bagus karena menunjukkan turunnya jumlah pasien Corona di sana, dan di daerah lain juga hampir sama. 

Oleh karena itu jangan mengeluh jika PPKM diperpanjang lagi karena program ini untuk mengatasi keganasan Corona. Daripada dihentikan lalu kita menjadi pasien berikutnya, tidak enak bukan? Pemerintah sudah mempertimbangkan matang-matang untuk memperpanjang PPKM.

Walau mengalami penurunan jumlah kasus Covid dan BOR tetapi kita tidak boleh lengah sedikitpun. Jangan pernah melepas masker dan melanggar protokol kesehatan, tidak hanya 3M tetapi sampai 10M. Jaga kesehatan dengan makan buah, sayur, dan makanan bergizi lain serta jangan lupa air putihnya.

Perpanjangan PPKM dibuat demi keselamatan bersama. Penyebabnya karena jumlah pasien Corona masih 30.000-an per hari. Daripada nanti tertular virus Covid-19, lebih baik taati peraturan-peraturan saat PPKM dan anteng di rumah saja.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute