Polisi Tangkap Anggota KNPB Terkait Pasokan Senjata Ilegal Ke Wilayah Papua

Polisi Tangkap Anggota KNPB Terkait Pasokan Senjata Ilegal Ke Wilayah Papua

GemaNusa – Kepolisian Daerah Papua berhasil menangkap Naftali N Tipagau (NT) yang menjadi buronan kasus pembelian senjata ilegal dan amunisi yang selama ini memasok kelompok separatis di Papua. Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw kepada wartawan.

Paulus Waterpauw mengatakan bahwa tersangka ditangkap di dekat Kampus Universitas Yapis Jayapura. “Dari hasil penyelidikan tim bahwa NT berada di Kota Jayapura, selanjutnya anggota melakukan penangkapan terhadap NT di Jalan Sam Ratulangi depan Kampus Universitas Yapis Jayapura,” ujar Waterpauw.

Nataniel Tipagau sendiri merupakan Sekretaris Umum KNPB Intan Jaya sekaligus jaringan pencari senjata api dan amunisi untuk KKB Intan Jaya. Pria ini dikenal licin, dua kali lolos dari penyergapan polisi. Selain itu, NT masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 25 November 2020 atau ketika polisi melakukan penangkapan transaksi pembelian amunisi bersama-sama dengan Paulus Tebay di Kabupaten Nabire.

Tersangka NT juga diketahui aktif melakukan propaganda dengan mengangkat isu-isu pelanggaran HAM oleh aparat keamanan di media sosial dalam mendukung upaya penolakan Otsus Jilid II dan pelaksanaan mogok sipil nasional 2021.

Sebelumnya, Kapolda Papua Barat, Irjen Polisi Tornagogo Sihombing, mengatakan Tim Polda Papua Barat mencurigai adanya transaksi penjualan senjata api yang dilakukan jaringan Filipina kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Jadi jaringan KKB ini punya hubungan khusus dengan pelaku tindak kejahatan yang ada di Filipina. Dari Filipina senjata masuk Indonesia melalui Manado, Sulawesi Utara. Selanjutnya dari Manado penyelundupan senjata api ke Papua Barat dilakukan melalui Sorong lalu ke Manokwari. Diduga jaringan ini juga sudah masuk ke wilayah Papua melalui Kabupaten Nabire,” kata Tornagogo Sihombing.

Sejumlah kasus penangkapan tersangka pemasok senjata ke kelompok separatis Papua ini meningkatkan kecemasan masyarakat lokal, karena hal ini membuktikan bahwa kelompok tersebut terbukti meningkatkan resistensi keamanan di wilayah Papua. Keterlibatan kelompok separatis pendukung pro kemerdekaan Papua semestinya memperjelas posisi mereka yang hadir untuk menciptakan kerusuhan di wilayah Papua, saat Pemerintah berupaya memajukan bumi Cendrawasih.