Menteng, Jakarta - Indonesia

Literasi dan Patriotisme, Obat Virus Hoaks Covid-19

Oleh: Joko Waryono (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Palembang)

Informasi tentang Covid-19 selalu menjadi daya tarik tersendiri sehingga beragam berita berkaitan dengan virus ini selalu disuguhkan oleh media. Informasi Covid-19 selalu berubah dengan cepat, baik informasi positif yang bermanfaat bagi masyarakat maupun informasi negatif yang cenderung menyesatkan dan menjerumuskan masyarakat.

Warganet menjadi sasaran empuk penyebaran Hoax di Media Sosial yang selalu mereka pakai sehari-hari. Dalam sehari bisa 10 jam lebih warganet menggunakan media sosial untuk berinteraksi, bekerja, belajar dan mencari hiburan. Begitu sadisnya para pembuat konten hoax ini sehingga memanfaatkan fenomena pandemi corona untuk penyebaran hoax.

Ribuan Hoax tersebar begitu cepat tiap harinya. Whatsapp group menjadi tempat utama penyebarannya, apalagi melalui WhatsApp, persebaran hoax akan menjadi semakin masif. Orang-orang dengan mudah mem-forward pesan tak jelas asal-usulnya ke rekan kerja atau keluarga. Di saat-saat seperti inilah kemampuan literasi masyarakat Indonesia diuji dalam menangkap informasi dan berita tentang Pandemi Covid-19.

Sekarang ini lah momentum terbaik untuk menguji kemampuan literasi masyarakat dengan melakukan seleksi dan mem-filter segala informasi terbaru tentang Covid-19 sebagai wabah yang membahayakan.

Masyarakat harus terus menerus memperbaharui (update) data dan informasi Covid-19 dari sumber yang kredibel, yaitu dari para ahli yang menangani pandemi ini atau situs resmi penangganan Covid-19.

Akan tetapi masih banyak pula warganet yang mempercayai info yang berbeda, dengan alasan berbeda, dan katanya dengan sistem pencarian yang berbeda. Hal ini yang sangat berbahaya, sebagaian orang ingin dirinya dikatakan jago dalam mencari info yang tersembunyi. Padahal, dibalik itu semua, hoax yang saja isinya. Tak lain hanya ingin mendapatkan penhakuan semata.

Dengan kematangan dan kemampuan literasi akan menjadikan masyarakat tidak mudah percaya dalam mengahadapi hujan informasi Covid-19. Masyarakat tidak “halu” akan data-data yang tak jelas penelitiannya.

Membaca adalah melawan, dengan banyak membaca kita tidak akan mudah panik dan resah akan kabar yang beredar tentang Covid-19. Selain itu kita dapat melawan penyebaran yang masif dari wabah Covid-19. Dengan ilmu yang memadai, kita bisa saja menjadi supervisor hoax yang tersebar.

Mari bersama-sama kita lakukan literasi dan gunakan informasi yang benar untuk mengurangi laju penyebaran Pandemi ini. Yakin Indonesia akan segera pulih!