Menteng, Jakarta - Indonesia

Beribadah di Rumah Cegah Penularan Covid-19

Oleh : Zakaria)*

Di bulan puasa, kaum muslimin berburu pahala dengan cara salat 5 waktu berjamaah di masjid dan salat tarawih tiap malam. Namun di tengah pandemi corona, salat di masjid sangat rentan karena bisa menularkan virus satu sama lain. Apalagi orang yang terkena serangan covid-19 tidak terlihat dari fisiknya. MUI pun mengajak umat muslim untk beribadah di Rumah guna mencegah penularan Covid-19.

Ramadan disambut dengan gembira oleh kaum muslim. Di bulan suci ini, memang diwajibkan untuk berpuasa dan tidak makan serta minum, dari subuh sampai maghrib. Walnya memang terasa berat, tapi lama-lama terbiasa. Jika melakukan ibadah wajib ini, semua doa insya Allah akan terkabul.

Begitu juga jika Anda melakukan ibadah lain, seperti bersedekah, salat rawatib, tarawih, dan salat berjamaah di masjid. Nilai pahalanya akan berkali-kali lipat. Tak heran jika setelah azan, rumah ibadah seperti masjid, musala, hingga surau, dipadati oleh kaum muslimin. Ketika adzan isya, mereka juga semangat untuk salat tarawih.

Namun di tengah pandemi corona ini, ada himbauan untuk ibadah di rumah saja. Boleh salat tarawih tapi jangan di masjid, tapi bisa dilaksanakan di musala keluarga di hunian Anda. Salat jamaah di masjid juga sebaiknya tidak dilakukan untuk sementara. Buka bersama juga jangan di masjid, melainkan dilakukan di rumah bersama keluarga sendiri.

Sontak banyak kaum muslim yang protes dengan kebijakan ini. Mereka merasa tidak diberi hak untuk beribadah. Apalgi di bulan ramadan, salat di masjid bisa menambah banyak sekali pahala. Mereka pun kecewa dan  bersungut-sungut, karena tidak bisa tarawih seperti di bulan ramadan tahun lalu.

Jangan marah dulu ketika ada larangan ini. Sebenarnya himbauan agar beribadah di rumah juga demi kebaikan Anda. Walau ketika berangkat salat sudah wudhu dari rumah, memakai masker, dan membawa sajadah sendiri, plus di masjid ada penempatan jamaah sehingga tetap ada social distancing, namun tetap saja berbahaya. Virus corona bisa saja menulari dalam perjalanan menuju masjid atau dari jamaah lain yang bersalaman dengan Anda.

Jangan memaksakan diri untuk keluar rumah dan nekat mencari masjid yang mengadakan salat tarawih. Jika nanti tertular virus covid-19, maka yang rugi bukan Anda sendiri, tapi seluruh anggota kelaurga di rumah. Apalagi jika masih ada orang tua yang tinggal bersama, mereka yang sudah renta sangat rawan terkena corona, karena imunitasnya sudah menurun.

Selain itu, ingatkah Anda ketika ada berita heboh? Sebanyak 10 orang yang nekat salat jamaah di masjid malah terkena Corona. Mereka tinggal di daerah Banyumas. Jika sudah tertular tentu biaya perawatannya juga tinggi, dan harus masuk ke dalam ruang isolasi di Rumah Sakit.

Jika salat tarawih dan salat 5 waktu berjamaah di rumah, bukankah masih sah dan juga mendapatkan pahala dari Yang Maha Kuasa? Dalam keadaan tertentu, diperbolehkan untuk ibadah di rumah saja. Di zaman sahabat Nabi juga ada peristiwa ketika umat islam dianjurkan untuk salat di rumah, karena cuaca yang sangat buruk. Bahkan salah satu bagian dari azan diubah dan jika diartikan jadi bahasa Indonesia menjadi ‘salatlah di rumah’, oleh Ibnu Abbas.

Islam adalah agama yang penuh kedamaian dan bukankah Allah Maha Penyayang? Jangan malah protes atas kebijakan ini, karena jika ada aturan beribadah maka bisa diubah ketika ada peristiwa khusus, seperti pandemi corona. MUI juga sudah merapatkan hal ini dan berdiskusi dengan panjang, sebelum memutuskan untuk membat fatwa tentang ibadah di rumah saja.

Ibadah di rumah adalah demi keselamatan Anda sendiri. Jangan malah nekat karena ingin memburu pahala Ramadan. Salat tarawih dan salat 5 waktu berjamaah di rumah juga masih tetap sah dan berpahala besar. Pikirkan kesehatan diri sendiri dan keluarga terlebih dahulu, dan jangan melanggar fatwa MUI.

)* Penulis adalah kontributor Milenial Muslim Bersatu